Jesus Prays

PEKAN BIASA XXIII (H)

Nama Maria yang Tersuci
Santo Petrus Tarentasiensis

Bacaan I: Kol. 2:6-15
Mazmur: 145:1-2.8-11; R: 9a62:6-7.9; R:8a
Bacaan Injil: Luk. 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang  itu disembuhkan-Nya.

Renungan

Sepasang suami istri merayakan hari ulang tahun perkawinan mereka yang kesepuluh. Dalam perayaan itu, mereka membagikan pengalaman yang terjadi dua tahun sebelum mereka menikah. Mereka bersepakat untuk melakukan bersama-sama doa Novena kepada Hati Kudus Yesus sebelum memutuskan untuk pacaran. Injil hari ini menyampaikan kepada kita bahwa sebelum mengambil sebuah keputusan, Yesus pun berdoa semalam suntuk. Ia mencari tempat yang sunyi dan teang agar berdoa dengan baik dan lebih sungguh-sungguh. “…Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa; sepanjang malam Ia berdoa kepada Allah”. Pada hari berikutnya, Yesus memilih dan memanggil kedua belas rasul-Nya dari antara para murid-Nya.

Apakah kita selalu melibatkan Tuhan dalam mengambil sebuah keputusan? Entah keputusan yang berkaitan dengan usaha, pekerjaan, bisnis, pasangan hidup, pendidikan anak, dan masa depan keluargamu? Mari belajar dari Yesus dan pasangan suami istri di atas. Kita yakin bahwa Allah pasti akan membantu kita dalam mengambil sebuah keputusan atau kebijakan baik itu berkaitan dengan diri sendiri, keluarga, komunitas maupun bangsa dan negara.

Ya Bapa, aku percaya bahwa Engkaulah Allah yang tidak membiarkanaku berjuang sendiri. Utuslah Roh Kudus-Mu dalam nama Yesus Kristus Putra-Mu, agar memampukan aku untuk mengambil berbagai keputusan dalam hidupku sesuai kehendak-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan