Paus Fransiskus di sepanjang jalan menuju Kedutaan Vatikan di Kolumbia
Paus Fransiskus di sepanjang jalan menuju Kedutaan Vatikan di Kolumbia

Paus Fransiskus tiba di Kolombia. Pesawat kepausan mendarat di daerah militer bandara Bogotà tepat pukul 16:00 waktu setempat, 7 September 2017. Saat melangkah di landasan, Paus disambut oleh delegasi besar yang terdiri atas otoritas Gereja dan negara, termasuk Presiden Juan Manuel Santos.

Koresponden Radio Vatikan, Linda Bordoni melaporkan dari Bogotà bahwa di sana nampak juga banyak umat beriman Kolumbia yang penuh semangat menantikan kedatangan Paus. Mereka melambaikan bendera, bersorak-sorak dan bertepuk tangan seirama dengan musik dan tarian tradisional, sementara seorang anak laki-laki yang lahir di tahanan,  putra mantan sandera FARC, Clara Rojas, memeluk paus dan menyerahkan sebuah merpati keramik buatan tangan, simbol perdamaian.

Inilah perjalanan apostolik ke-20 Paus Fransiskus ke luar negeri dan selama lima hari kunjungannya, Paus akan menyampaikan pesan rekonsiliasi dan pengharapan kepada seluruh warga Kolumbia. Paus akan mengunjungi kota Bogotà, Villavicencio, Medellin dan Cartagena. Dari kota terakhir itu Paus akan pulang di hari Minggu, 10 September 2017.

Sudah 31 tahun sejak Uskup Roma menginjakkan kaki di negara yang porak-poranda ini. Tidak ada wacana resmi yang dijadwalkan untuk kesempatan itu dan tidak ada yang diperlukan karena Paus Fransiskus segera menetapkan nada kunjungan itu dengan isyarat kuat untuk perhatian dan kepedulian terhadap mereka yang paling dekat di hatinya.

Ketika menyusuri karpet merah menuju mobil paus, Paus Fransiskus berhenti lama untuk menyentuh dan membelai anak-anak cacat dan sakit, dan terutama yang dalam konteks Kolumbia disebut yang pedih dan signifikan. Paus menyempatkan diri menemui dan memberkati satu per satu sekelompok veteran militer yang dimutilasi dan cacat. Mereka mewakili banyak kelompok korban konflik yang sedang dihadapi negara itu.

Kemudian, nampak jalan-jalan sepanjang 15 kilometer menuju kedutaan Vatikan dipenuhi orang-orang kebanyakan Kolombia. Di kedutaan itu, Paus yang lelah dapat beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk kunjungan pastoral melelahkan dengan beban banyak harapan. Tema perjalanan Paus itu adalah “Mengambil Langkah Pertama” bersama semua warga bangsa yang tercecah belah dan menderita saat mereka mencari jalan terbaik untuk mengarahkan langkah berbahaya menuju perdamaian.

Tapi sebelum tidur malam, Paus Fransiskus kembali memberi suara kepada yang tak bisa bersuara dan mengemukakan prioritasnya dengan membagikan sukacita dan imannya dengan sekelompok anak yatim piatu yang miskin dan para remaja yang rentan. “Jangan pernah kehilangan sukacita, jangan pernah kehilangan harapan,” kata Paus kepada mereka. Dan, “jangan lupa untuk mendoakan saya!” pinta paus. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Paus diterima di Airport Bogota juga oleh Presiden Juan Manuel Santos
Paus diterima di Airport Bogota juga oleh Presiden Juan Manuel Santos
Paus berbicara dengan para wartawan di dalam pesawat
Paus berbicara dengan para wartawan di dalam pesawat
Paus melambaikan tangan sebelujm menaiki tangga pesawat menuju Kolumbia
Paus melambaikan tangan sebelujm menaiki tangga pesawat menuju Kolumbia
Paus disambut di Airport
Paus disambut di Airport

Paus di Kolumbia

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan