IMG_9684
Para frater calon imam diosesan di Seminari Tinggi Pineleng menyaksikan pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan unit baru di seminari itu oleh Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC/Foto Paul C Pati

Ketika melihat retret para imam di Keuskupan Manado yang berlangsung di Lotta, Pineleng, Sulawesi Utara, 4-8 September 2017, Pastor Albertus Sujoko MSC mengatakan, jumlah imam sudah cukup banyak sehingga kalau di tahun 1991 semua imam bisa ditampung dalam satu tempat retret sekarang harus dibagi dalam tiga gelombang, setiap gelombang sekitar 60 imam.

Juga dikatakan, perkembangan jumlah frater calon imam praja atau diosesan beberapa tahun terakhir ini luar biasa. Untuk tahun ajaran 2016/2017 jumlahnya memadai sebanyak 81 orang. “Tahun ajaran 2017/2018 ini masuk dari Seminari Tahun Rohani “Pondok Emaus” ke Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng ada 40 frater, dan yang sekarang ada di Pondok Emaus ada 60 frater. Jadi dua angkatan itu saja sudah mencapai 100 frater calon imam diosesan Manado dan Amboina,” kata Ketua Program Imamat untuk para frater MSC di Seminari Pineleng, Sulawesi Utara, itu.

Untuk mengantisipasi jumlah penghuni komunitas frater diosesan tahun ajaran 2018/2019 yang akan mencapai hampir 200 orang, tepatnya 193 orang, kata Pastor Sujoko, “sekarang sedang dibangun satu unit bangunan dua lantai di bagian belakang Seminari Tinggi Pineleng.” Pada saat yang sama Pastor Sujoko mengatakan, “jumlah frater yang banyak tentu membutuhkan biaya tidak sedikit bagi formasi mereka.”

Jumlah frater calon imam MSC sekarang ada 56 frater, jelas imam itu, di Novisiat Karanganyar ada 21 frater dan di Pranovisiat Pineleng ada 21 frater juga. “Jumlah frater MSC cukup stabil berkisar belasan frater neo-profes yang datang ke Seminari Tinggi Pineleng,” lanjut doktor teologi dari Universitas Alfonsiana di Roma itu.

Menurut data 2014 yang diterima PEN@ Katolik, jumlah umat Katolik di Keuskupan Manado sebanyak  106.654 jiwa dari tiga propinsi (Sulawesi Utara 87.836 jiwa, Sulawesi tengah 17.855 jiwa dan Gorontalo 963 jiwa) dari jumlah penduduk secara keseluruhan sebanyak 6.502.212 jiwa.

Di tahun yang sama, umat yang terbagi di 61 paroki itu dilayani oleh 96 imam praja atau diosesan, 41 imam MSC dan 3 imam OCD. Namun, PEN@ Katolik mencatat bahwa di tahun 2015 terjadi tahbisan dua imam praja dan lima imam MSC, di tahun 2016 terjadi tahbisan tiga imam praja dan empat imam MSC, sedangkan di tahun 2017 terjadi tahbisan lima imam praja dan dua imam MSC.

“Betapa Allah sungguh baik dengan memanggil begitu banyak anak muda untuk masuk seminari,” kata Pastor Sujoko, yang juga melihat panggilan untuk para postulan dan novis suster JMJ, DSY, serta Frater CMM dan Bruder BTD “juga selalu datang setiap tahun dengan jumlah yang cukup baik, membaik dari tahun-tahun sebelumnya.”

Menurut data 2014 yang didapat oleh PEN@ Katolik, jumlah bruder MSC sebanyak 4 orang, frater BTD 18 orang dan frater CMM 47 orang. Sedangkan jumlah suster JMJ sebanyak 118 orang (termasuk 18 lansia dan 12 novis), 42 DSY, 14 OCD, 7 PBHK, 2 OSF dan 5 OS.

Menurut catatan Pastor Sujoko, Uskup Manado yang baru Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memiliki tenaga pastoral yang memadai untuk melayani umat di Keuskupan Manado. Maka, meskipun kadan-kadang harus pulang ke keuskupan karena ada rapat kuria atau urusan lain, Uskup Rolly bersama stafnya berusaha hadir dalam retret itu. “Usaha Bapak Uskup untuk bisa hadir bersama kolegialitas para imam memberikan semangat dan dorongan yang besar bagi para peserta retret,” tulis Pastor Sujoko dalam sebuah milis.(paul c pati)

 

Tinggalkan Pesan