Talenta

PEKAN BIASA XXI (H)

Beato Ludovikus Yosef Francois, Yohanes Gruyer, dan Petrus Renatus Raque, Imam dan Martir

Bacaan I: 1Tes. 4:9-11

Mazmur: 98:1.7-8.9; R: lh. 9

Bacaan Injil: Mat. 25:14-30

Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”(Bacaan selengkapnya lihat Alkitab…)

Renungan

Tuhan menciptakan semua baik adanya. Bahkan lebih dari itu, Ia menciptakan manusia sesuai dengan citra-Nya. Karena itu, manusia adalah ciptaan yang paling mulia dan luhur melebihi segalanya. Sang Pencipta membekali dan mempercayakan kepada manusia berbagai potensi dan talenta untuk hidupnya. Ia menghendaki agar semua talenta itu dikembangkan. Karena setiap talenta yang dikembangkan pasti dengan sendirinya melibatkan orang lain. Sebaliknya, talenta yang tidak dikembangkan kemungkinan besar hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Karena itu, Ia mencampakkan hamba yang menguburkan talentanya ke dalam kegelapan yang paling gelap. Sementara para hamba yang mempunyai kemauan untuk melipatgandakan talenta mendapat bagian dalam kebahagiaan bersama tuannya.

Tuhan menghendaki agar bakat, kemampuan, potensi, dan talenta yang Ia percayakan kepada kita, tidak digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan diri sendiri. Apalagi digunakan untuk menindas dan memeras orang lain. Semoga dengan tuntunan Roh Kudus, kita menggunakan semua anugerah Tuhan itu untuk membangun kesejahteraan dan kebahagiaan, keadilan, dan persaudaraan di tengah-tengah masyarakat.

Ya Yesus yang baik, tuntunlah aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu membangun masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera melalui bakat, talenta, dan kemampuan yang engkau percayakan kepadaku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan