Parable of The Ten Virgins And Christ Second Coming

PEKAN BIASA XXI (H)

Santo Pedro Armengol; Santa Verena; Santa Ruth; Santa Maria Margareta Redi

Bacaan I: 1Tes. 4:1-8

Mazmur: 97:1.2b.5-6.10-12; R:12a

Bacaan Injil: Mat. 25:1-13

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi, karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Renungan

Iman tidak lain daripada tanggapan manusia terhadap Allah yang menyatakan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus. Percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, ungkapan cinta Allah yang paling sempurna untuk umat manusia. Percaya bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Percaya bahwa Yesus tidak hanya sebatas Raja, tetapi sekaligus Kerajaan itu sendiri. Bacaan-bacaan hari ini menantang kita bahwa beriman saja belum cukup. Seperti umat Tesalonika, mereka sudah percaya kepada Yesus. Namun, mereka ditantang untuk melaksanakan apa yang diajarkan Yesus, yakni mencintai Tuhan dan mencintai sesama setiap hari.

Perumpamaan tentang lima gadis yang bijak dalam Injil hari ini menantang kita yang sudah percaya kepada Yesus, untuk melaksanakan ajaran-Nya. Kita diajak untuk mengungkapkan iman dalam relasi dengan Allah melalui doa, Ekaristi, dan adorasi; sekaligus mewujudkan iman dalam tindakan-tindakan kasih setiap hari dalam relasi dengan sesama. Artinya, iman tanpa diungkapkan dan diwujudkan, bagaikan lima gadis bodoh yang tidak memanfaatkan secara optimal peluang untuk menyongsong kedatangan pengantin.

Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur kepada-Mu atas anugerah iman yang telah aku terima berkat kerahiman dan kemurahan hati-Mu. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar aku mampu membangun relasi dengan Dikau dan sesamaku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan