Yunarto Kristantoro (kiri) menyerahkan tugas pimpinan GMKA kepada Alamsyah Djaynurdin (batik merah)
Yunarto Kristantoro (kiri) menyerahkan tugas pimpinan GMKA kepada Alamsyah Djaynurdin (batik merah)

Kami semua dilantik untuk turut serta mengemban tugas dan berkomitmen merawat dan mengembangkan Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) menjadi lebih baik.  Dan kami berharap, dapat menjadi bentara peradaban kasih yang sejahtera, bermartabat, dan beriman, menjalin hubungan dengan pemerintahan setempat lebih baik, menjalin hubungan dengan masyarakat dan tokoh agama yang merupakan agenda kerja yang akan kami lanjutkan.

Ketua baru Tim Pengelola (GMKA) 2017-2020 Nikolas Alamsyah Djaynurdin menyampaikan hal itu dalam prosesi pelantikan pengurus GMKA sesudah Misa Hari Ulang Tahun GMKA di Ambarawa, Jawa Tengah,15 Agustus 2017.

Atas nama tim pengelola baru, Alamsyah juga berkomitmen melestarikan keseimbangan alam dengan penghijauan. “Tantangan kami ke depan adalah menjaga kebersihan dan menata lingkungan yang ramah,” tegasnya.

Usia ke-63 adalah usia yang tidak muda untuk ukuran manusia. Namun, “GMKA saat ini makin cantik, makin indah, makin nyaman, makin menarik, sehingga makin banyak umat datang untuk berdoa. Maka, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim pengelola GMKA pendahulu yang telah membuat GMKA menjadi sarana berdoa yang mantap dan nyaman.”

GMKA menurutnya, telah menjadi salah satu ikon, tempat ziarah yang banyak memberikan berkat dan mukjizat bagi umat yang berdoa kepada Tuhan Yesus dengan perantaraan Bunda Maria.

Mengomentari tema HUT ke-63 GMKA “Doa Maria Bunda Gereja dan Bunda Segala Bangsa Membawa Keselamatan,” Alamsyah mengatakan tema itu “sungguh tepat saat ini, karena isu politik yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai sangat meresahkan. Kita diundang untuk berdoa mewartakan Kabar Gembira agar kasih setia Tuhan Yesus senantiasa membawa kedamaian dan keselamatan bagi kita semua,” katanya.

Dalam  suasana Haru Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Alamsyah terus meneriakkan yel-yel, “100 persen Katolik, 100 persen Indonesia, aku Pancasila, kamu Pancasila, kita semua Pancasila. Merdeka!”

Sebagai pengurus baru, Alamsyah memohon kepada para senior supaya tetap memberikan bimbingan kepada tim pengelola GMKA 2017-2020.

Ketua pengelola GMKA terdahulu RC Yunarto Kristantoro sudah melayani  di GMKA selama 25 tahun, “Enam belas tahun sebagai sekretaris, sembilan tahun sebagai ketua. Saya mohon maaf sebesar-besarnya dalam pelayanan di GMKA, saya dan teman-teman ada kekurangan,” katanya.

Pengurus baru dilantik oleh Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko. Berita acara peralihan pengurus pun ditandatangani baik oleh ketua lama, ketua baru maupun Uskup Agung Semarang.

Selama ini, menurut catatan PEN@ Katolik, pengurus berkomitmen tidak hanya menghadirkan tempat devosi yang nyaman dan khusyuk bagi peziarah, membenahi tempat devosi supaya semakin baik sebagai taman doa, membuat rute jalan salib dan pembangunan patung Maria Assumpta, serta  membangun Kapel Adorasi Akaristi Abadi, tetapi juga berupaya melayani umat dengan menyelenggarakan novena dan Misa kaum muda secara reguler.

Di samping itu, pengurus GMKA berusaha menjadi berkat bagi masyarakat sekitar dengan menyelenggarakan pengobatan gratis bagi ribuan warga di sekitar gua dan menyelenggarakan sunatan massal gratis. Banyak warga merasa terbantu dengan aksi sosial kemasyarakatan ini serta tempat bagi masyarakat untuk berjualan dengan menyediakan tempat penjualan makanan dan souvenir. (Lukas Awi Tristanto)

 

 

Tinggalkan Pesan