Celakalah kamu

PEKAN BIASA XXI

Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja (P)
Santo. Hermes, Martir

Bacaan I: 1Tes. 1:2b-5.8b-10
Mazmur: 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R:4a
Bacaan Injil: Mat. 23:13-22

Pada suatu hari, Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.] Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”

Renungan

Di berbagai bentuk media masa, kita mendapatkan aneka informasi mengenai orang-orang yang melakukan hal-hal baik dan menimbulkan rasa kagum. Namun, banyak juga orang-orang yang melakukan hal-hal buruk yang dikecam banyak orang.

Paulus menyatakan pujian atas kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh umat Tesalonika dalam konteks pewartaan Injil. Sebagai seorang tokoh umat, Paulus mendoakan dan memohonkan berkat Allah untuk mereka. Namun sebaliknya, Yesus mengecam perilaku dan cara hidup ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi. Mereka, oleh kata dan perbuatannya, menyulitkan dan menghalangi orang masuk ke dalam Surga. Para pemimpin agama itu, hanya tahu mengajarkan, tetapi tidak mampu melaksanakan apa yang diajarkan. Kecaman-kecaman Yesus kepada mereka mencerminkan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah, dan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin umat.

Anda dan saya, yang telah mendengar pemberitaan Sabda Allah, apakah yang kita usahakan dalam hidup ini? Apakah kita membantu atau menghalangi orang masuk Surga? Santo Agustinus adalah model pribadi dan jiwa yang mengalami pertobatan diri yang menghantar dirinya dan banyak orang lain menemukan kebenaran akan Allah.

Ya Allah, seturut teladan Santo Agustinus, berilah aku semangat pertobatan hingga beristirahat di dalam Dikau. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan