Uskup Kopong Kung dan Qasidah

Penerimaan Sakramen Penguatan oleh Mgr Frans Kopong Kung Pr dan peresmian sebuah gereja di Lembata, NTT, dihadiri oleh Grup Qasidah Masdjid Nurulsalam Wangatoa, bahkan sehari sebelumnya tokoh agama Islam mengambil bagian dalam prosesi penjemputan Uskup Larantuka itu dengan pengalungan selendang oleh Hajah Manzur yang didampingi alim ulama Haji Manzur Masan Purab.

Sebanyak 560 orang menerima Sakramen Penguatan di Gereja Paroki Kristus Raja Wangatoa Lembata tanggal 25 Agustus 2017. Sesudah Misa penerimaan sakramen dan peresmian gereja itu, 11 orang dari Grup Qasidah Masdjid Nurulsalam Wangatoa membawakan beberapa lagu dan tarian qasidah di atas panggung acara resepsi.

Mgr Kopong Kung menegaskan dalam sambutannya bahwa Gereja Katolik menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan beragama. “Hidup dalam kebersamaan dan toleransi terhadap umat agama lain adalah spirit dalam hukum cinta kasih,” kata uskup .

Maka, pembangunan Gereja Kristus Raja Wangatoa yang diresmikan, kata Mgr Kopong Kung, hendaknya “bukan dilihat dari sisi fisiknya, tetapi ada nilai pewartaan, pengorbanan dalam kekudusan, serta cinta kasih dan saling menolong, seperti simbol pengorbanan dalam bentuk altar di dalam ruang gereja, serta simbol kekudusan dalam bentuk tabernakel, dan simbol pewartaan dan cinta kasih dalam bentuk mimbar sabda.”

Seraya berharap agar umat Katolik senantiasa berdoa, mendengarkan Firman, mengemban tugas religius dan menjadi saksi Tuhan, Mgr Kopong Kung mengharapkan agar anak-anak yang menerima sakramen itu menyiapkan diri dan memperkuat diri sehingga mampu menjadi saksi iman dan saksi Tuhan. “Tentunya, berdoa yang rajin dan selalu mengambil bagian dalam liturgi gerejawi serta belajar yang rajin adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan menggereja dan mengumat,” tegas uskup.

Kepala Paroki Kristus Raja Wangatoa Pastor Wens Herin Pr membenarkan dalam sambutan bahwa kemegahan fisik gereja adalah simbol yang memberi makna kegagahan dan kerelaan berkorban, “Gereja yang berkomunio, yang mewujudkan partisipasi dan saling tolong menolong.”

Perayaan iman itu dihadiri juga oleh pimpinan pemerintahan dan wakil rakyat serta tokoh umat Muslim dan pimpinan Gereja Bethel Wangatoa. Ketua Panitia Paskalis Tapobali mengapresiasi kehadiran tokoh Muslim dan pimpinan Gereja Bethel seraya berharap, “kebersamaan ini akan tetap menjadi kekuatan dan spirit bersama dalam dinamika ziarah iman kita.” (Emanuel Bataona)

Tinggalkan Pesan