Hoffman-ChristAndTheRichYoungRuler

PEKAN BIASA XX

Peringatan Wajib Santo Pius X, Paus (P)

Bacaan I: Hak. 2:11-19

Mazmur: 106:34-35.36-37.39-40.43ab.44; R:4a

Bacaan Injil: Mat. 19:16-22  

Pada suatu hari, ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: ”Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: ”Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada-Nya: ”Perintah yang mana?” Kata Yesus: ”Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata orang muda itu kepada-Nya: ”Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Renungan

Walau sudah dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi tetap saja terjadi. Walau sejumlah orang telah dihukum mati karena kasus narkoba, bisnis narkoba jalan terus. Walau pemerintah mengusahakan undang-undang antikekerasan seksual, korban kejahatan seksual terus berjatuhan. Mengapa semua hal itu terjadi?

Dinamika kehidupan bangsa Israel sesudah wafatnya pemimpin-pemimpin besarnya (Musa dan Yosua) memperlihatkan betapa mudahnya bangsa itu kembali kepada dewa-dewi yang diperkenalkan oleh orang-orang di sekitar mereka. Kesetiaan kepada Allah begitu gampang digerogoti oleh tawaran-tawaran lain yang dirasa lebih menyenangkan dan menyelamatkan mereka. Allah berkali-kali membangkitkan para hakim di antara mereka, namun kesetiaan mereka hanya bertahan sebatas hakim itu masih berada di antara mereka. Kisah pemuda yang diceritakan dalam Injil memperlihatkan jiwa seseorang yang sulit mengikuti Yesus karena tidak mampu melepaskan diri dari kelekatan terhadap harta yang dimilikinya. Harta yang digenggam dirasakan sebagai pegangan yang lebih menjanjikan ketimbang tawaran mengikuti Yesus. Demikianlah ketika kekuasaan, harta, dan kesenangan dijadikan pegangan hidup, orang tidak mudah berpaling dan mengikuti jalan kebenaran.

Ya Allah, sembuhkanlah aku dari kebutaan yang disebabkan oleh kelekatan diri terhadap apa yang dipandang sebagai pegangan dan jaminan hidup; semoga aku menjadikan Engkau sebagai harta paling berharga bagiku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan