Para Bruder MTB yang ucapkan kaul dan rayakan pesta hidup membiara berfoto bersama Mgr Agus beserta para imam dan bruder MTB di Katedral Pontianak. Foto Suster Maria Seba SFIC
Para Bruder MTB yang ucapkan kaul dan rayakan pesta hidup membiara berfoto bersama Mgr Agus beserta para imam dan bruder MTB di Katedral Pontianak. Foto Suster Maria Seba SFIC

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengajak para bruder MTB yang mengikrarkan kaul dan dan berpesta hidup membiara untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah perjalanan hidup panggilan, sembari percaya dengan iman yang teguh bahwa Dia yang memanggil adalah setia.

“Setia kepada Tuhan itu indah, walau kadang dijalani dengan susah payah. Kesetiaan kepada Allah menuntut kerelaan mengarahkan diri terus menerus kepada Yang Tak Terhingga dan Tak Terjangkau. Namun, setia kepada Allah berarti juga setia kepada kerinduan terdalam dalam hati manusia dan setia kepada maksud tujuan dunia dan alam di sekitar kita.”

Mgr Agus berbicara dalam pengantar Misa Pengikraran Kaul Perdana Bruder Alfonsus Ricky Yakup Perangin-angin MTB dan Bruder Anselmus Marulitua Barasa MTB, Pengucapan Triprasetya Kekal Bruder Filipus Neri Apolonaris Inson MTB dan Bruder Yohanes Bosco Libertus MTB, dan Perayaan 25th Hidup Membiara Bruder Bonaventura MTB. Mereka, kata Mgr Agus, akan jujur “mengarahkan pengabdian dan pengembangan kepribadian mereka kepada Kerajaan Allah dengan setia.”

MTB adalah singkatan dari Maria Tak Bernoda. Dalam perayaan di Katedral Santo Yosep Pontianak, 15 Agustus 2017, yang biasanya dirayakan sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Mgr Agus mengingatkan bahwa mereka, seperti halnya Maria, dipanggil untuk menghadirkan kebaikan dan kasih Allah melalui pribadi dan karya pelayanan mereka.

“Maria dengan setia menyediakan diri bagi Yesus dari awal sampai akhir, dari saat menerima panggilan sampai disalibkan. Ia diikutsertakan secara istimewa dalam kejayaan Kristus atas segala kekuatan yang mematikan. Kita percaya bahwa Allah setia kepada kita, biar pun kita sering jatuh dalam dosa. Marilah kita saling mendoakan agar kita tekun dan setia atas panggilan hidup masing-masing,” ajak uskup.

Jubah warna kelabu yang ditenun dari benang putih (niat suci) dan hitam (dosa dan kesalahan) yang mereka kenakan memperlihatkan identitas yang sadar akan kelemahan, tapi bertekad mengutamakan yang baik dan yang suci. Karena arti ini, para bruder MTB, sebagai pengikut Santo Fransiskus dari Asisi sejak abad ke-13, mengenakan jubah warna kelabu.

Bruder Filipus, yang mengadopsi moto kaul “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Luk 1:38), lahir di Sungai Ayak Sekadau 5 April 1981. Anak keempat dari pasangan Petrus dan Yuliana Talot itu menjalani masa postulan tahun 2005 dan setahun kemudian diterima sebagai novis. Kaul perdana dia ikrarkan 15 Agustus 2008 di Gereja Santo Fransiskus Asisi Singkawang.

Sebagai bruder muda, ia bertugas di berbagai medan karya antara lain unit rumah tangga dan asisten pertanian, asisten pembina asrama, belajar komputer, mengikuti kursus pertanian, dan studi di Universitas Sanata Dharma.

Bruder Yohanes Bosco merupakan anak sulung dari empat bersaudara dalam keluarga Laurentius Lajem dan Laurentina Dalena. Ia lahir 28 Desember 1980 di Lingga-Ambawang dan ingin menjadi bruder setelah enam tahun sebagai karyawan swasta. Dia masuk postulan 8 Desember 2006, setahun kemudian menjalani masa postulan, dan diterima sebagai novis 15 Agustus 2007. Tanggal 15 Agustus 2009 ia mengucapkan kaul kebiaraan untuk pertama kalinya di Katedral Santo Yosep Pontianak. “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38) adalah moto pengikraran kaul kekalnya.

Tugas pelayanan yang pernah dipercayakan kepadanya adalah pengurus rumah tangga  dan asisten pertanian, studi di Institut Pastoral Pontianak, dan asisten asrama.

Bruder Alfonsus yang mengucapkan kaul perdana berasal dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Kaban Jahe, Keuskupan Agung Medan, dan temannya Bruder Anselmus dari Paroki Santo Mikael Tumbajae, Maduamas, Keuskupan Sibolga.

Sementara itu Bruder Bonaventura MTB yang merayakan 25th Hidup Membiara tetap menghayati moto panggilannya “Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Fil. 3:14). (Suster Maria Seba SFIC)

Janji setia untuk hidup taat, murni dan miskin di hadapan wakil Gereja Katolik dan Pemimpin Provinsi MTB. (Foto Suster  Maria Seba SFIC)
Janji setia untuk hidup taat, murni dan miskin di hadapan wakil Gereja Katolik dan Pemimpin Provinsi MTB. (Foto Suster Maria Seba SFIC)
Ramah tamah di aula Bina Remaja Komplek persekolahan Bruder Pontianak.. Foto Suster Maria Seba SFIC
Ramah tamah di aula Bina Remaja Komplek persekolahan Bruder Pontianak.. Foto Suster Maria Seba SFIC
Ramah tamah di aula Bina Remaja Komplek persekolahan Bruder Pontianak. Foto Suster Maria Seba SFIC
Ramah tamah di aula Bina Remaja Komplek persekolahan Bruder Pontianak. Foto Suster Maria Seba SFIC
Dari kiri ke kanan: Bruder Yohanes Bosco MTB, Bruder Bonaventura MTB, Bruder Alfonsus MTB, Bruder Anselmus MTB, Bruder Filipus MTB dan Bruder Gabriel MTB (Provinsial MTB)  Foto Suster Maria Seba SFIC
Dari kiri ke kanan: Bruder Yohanes Bosco MTB, Bruder Bonaventura MTB, Bruder Alfonsus MTB, Bruder Anselmus MTB, Bruder Filipus MTB dan Bruder Gabriel MTB (Provinsial MTB) Foto Suster Maria Seba SFIC

 

Tinggalkan Pesan