Murid-murid SDK Santo Fransiskus Lawang, sedang latihan THS-THM (1)

Demi menyambut HUT ke-72 RI serta menjaga keutuhan NKRI, keluarga besar Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) Distrik Keuskupan Malang membuka kembali organisasi bela diri pencak silat bernapaskan iman Katolik dan melatih 274 murid Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santo Fransiskus Lawang, Malang, Jawa Timur.

Latihan pencak silat THS-THM di lapangan SDK Santo Fransiskus Lawang, 12-13 Agustus 2017, dibawakan oleh tiga pelatih yakni Yohanes Totok Herkuyanto, Oktovianus Ken, dan Sonny Prabowo.

Kepala Sekolah SDK Santo Fransiskus Lawang Suster M Bernardine SPM mengatakan kepada PEN@ Katolik, kehadiran THS-THM di sekolahnya untuk membina mental, spiritual, kecerdasan emosional, dan membina iman anak-anak Katolik, “sehingga mereka dapat mengolah fisik, hati, rasa, dan pikiran untuk dapat dan mampu menjadi manusia Indonesia, khususnya umat Katolik di Indonesia yang utuh secara jiwa dan raganya.”

Seraya menjelaskan bahwa THS-THM adalah bagian pengembangan budaya bangsa Indonesia, suster itu menegaskan, sekolahnya sangat membutuhkan kehadiran THS-THM, “karena THS-THM termasuk salah satu organisasi intra Gereja Katolik Indonesia yang harus didukung.”

Lebih jauh suster itu menegaskan bahwa kehadiran THS-THM di SDK Santo Fransiskus Lawang untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta kepada NKRI bagi para murid dan para guru, agar NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, terus kokoh di tengah masyarakat.

“Tujuan THS-THM adalah pertama membina dan mengembangkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sikap mental, nilai-nilai dan tingkah laku yang baik, sehingga setiap anggota THS-THM menemukan kepribadian atau jati dirinya sendiri dalam beriman Katolik. Kedua, untuk membina dan mengembangkan aspek olahraga, bela diri pencak silat, mental spiritual, kebangsaan, seni budaya dan kesehatan dalam menuju masyarakat yang berbudi pekerti luhur sebagai sarana pembangunan manusia seutuhnya,” lanjut Suster Bernadine yang juga anggota THM.

Suster itu mengakui, kegiatan THS-THM mendapat dukungan positif dari orangtua murid dan pengurus yayasan. “Setiap hari Sabtu dan Minggu, akan diadakan latihan. Ini jadwal tetap, karena semua orangtua murid sangat setuju dengan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan mental, iman, dan kepribadian anak-anaknya. Yayasan sangat mendukung kegiatan yang sudah termasuk program sekolah ini,” lanjut suster.

Yohanes Totok Herkuyanto mengatakan, kepercayaan dari SDK Santo Fransiskus Lawang kepada THS-THM merupakan peluang dan kesempatan emas yang harus diambil oleh semua anggota dan pengurus THS-THM Distrik Keuskupan Malang, “mengingat sejak 1997 hingga pertengahan 2017, latihan THS-THM, yang dulunya aktif di semua paroki di wilayah Keuskupan Malang, vakum lantaran ketiadaan senior dan anggota serta pengurus.”

Sudah waktunya THS-THM Keuskupan Malang dihidupkan kembali, tegas Totok, seraya berterima kasih kepada SDK Santo Fransiskus dan para guru serta kepala sekolah beserta pengurus yayasan dan orangtua murid “yang memberikan kepercayaan kepada mereka untuk kembali bangkit.”

Reva, siswi kelas IV SDK Santo Fransiskus Lawang, mengatakan kepada PEN@ Katolik, “Saya Katolik, maka saya harus jaga iman saya dengan baik. THS-THM akan sangat membantu saya mengembangkan kecerdasan, iman, mental, spiritual, terlebih membantu saya dan kawan-kawan di sini untuk tetap menjaga NKRI dengan tekad bulat, yakni menjadi Indonesia seratus persen dan menjadi Katolik seratus persen,” kata Reva dengan terus menggerakkan tendangan dan pukulan, yang diperintahkan pelatihnya, Sonny dan Ken. (Felixianus Ali)

 Murid-murid SDK Santo Fransiskus Lawang, sedang latihan THS-THM (4)

Murid-murid SDK Santo Fransiskus Lawang, sedang latihan THS-THM (2)

Murid-murid SDK Santo Fransiskus Lawang, sedang latihan THS-THM (3)

 

Tinggalkan Pesan