Penghargaan untuk yang berjasa di paroki
Penghargaan untuk yang berjasa di paroki

Untuk melayani kebutuhan warga TNI-AU Lanud yang beragama Katolik, sekaligus untuk menampung dan memberikan pelayanan bagi umat Katolik yang berdiam di sekitar Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, yang sangat kesulitan membangun gereja karena hambatan-hambatan lingkungan sekitar, TNI-AU telah memberikan fasilitas gereja, untuk paroki yang kini berusia dua tahun.

Marsekal Madya (Purn) Ignatius Basuki, yang pernah menjadi Komandan Lanud Atang Sendjaja, membenarkan sumbangan TNI-AU itu, bahkan dia sendiri yang telah berusaha keras mewujudkan kehadiran sebuah gereja Katolik di lingkungan Lanud Atang Sendjaja itu.

Di usia dua tahun itu, nampak ratusan umat datang memenuhi Gereja Paroki Santo Ignatius Loyola di Lanud Atang Sendjaja, Semplak, Bogor, hari Minggu, 6 Agustus 2017. Mereka hadir untuk mengikuti Misa Syukur Ulang Tahun II Paroki Santo Ignatius Loyola di Keuskupan Bogor. Misa itu dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor Pastor Ch Tri Harsono Pr dengan didampingi enam konselebrasi.

Dalam homilinya, Pastor Harsono mengisahkan pengalaman pribadinya sebagai anak kolong (anak tentara) dari Atang Sendjaja, yang mengetahui perkembangan umat dan Gereja Katolik di lingkungan itu. Di tahun tahun 1960-an, jumlah kecil umat Katolik di Lanud itu hanya melakukan kegiatan ibadah di rumah-rumah umat. Jumlah itu berkembang dan menjadi wilayah dari Paroki Katedral Bogor. Kini wilayah itu sudah menjadi paroki.

Menurut Pastor Harsono, di lingkungan TNI-Polri, jumlah orang Katolik terbanyak ada di TNI-AU, lalu TNI-AL, TNI-AD. Jumlahnya terkecil ada di Polri. Meski terbesar ada di TNI-AU, namun jumlah itu kecil dibandingkan umat agama lain, khususnya Islam. Meski demikian, “kontribusi dan pelayanan mereka kepada negara dan bangsa ini, tidak diragukan,” tegas imam itu.

Pelayanan untuk Gereja pun besar. Buktinya, Pastor Harsono mencatat, hanya dalam dua tahun, paroki itu cepat berkembang dan mandiri dalam berbagai perangkat organisasi dan kedewasaan umatnya. “Kegiatan-kegiatan pengembangan iman umat terus bertumbuh, termasuk juga kolekte mingguan yang cukup besar. Paroki Ignatius Loyola ini dapat menjadi contoh dan teladan bagi paroki-paroki lain di Keuskupan Bogor,” kata imam itu.

Untuk merayakan ulang tahun itu, panitia menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang melibatkan umat di lingkungan-lingkungan terutama anak-anak dan OMK. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya adalah lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD, sarasehan mengenai spiritualitas Ignatian dan lomba nasi tumpeng yang diikuti seluruh lingkungan di paroki.

Lomba Nasi Tumpeng sengaja diselenggarakan tanggal 6 Agustus bertepatan dengan puncak acara hari ulang tahun. Nasi tumpeng digelar di halaman gereja, dan dinilai oleh panitia untuk menentukan pemenang, dan sesudah itu dimakan bersama-sama.

Acara itu dihadiri oleh pejabat dari Lanud Atang Sendjaja, para undangan dari rohaniwan Islam, Protestan dan Hindu di lingkungan Lanud, para pastor, suster, siswa dan OMK serta umat. Dalam kesempatan itu diserahkan pula penghargaan kepada beberapa tokoh umat yang dinilai berjasa bagi perkembangan gereja dan umat di paroki itu.

Biduanita Katolik Lisa A Riyanto hadir dalam acara itu dengan mempersembahkan sejumlah lagu rohani dan lagu pop, yang sebagian merupakan gubahan dari almarhum Riyanto, ayahanda Lisa.(Ans Gregory)

Paroki Lanud 3

Lisa A Riyanto mempersembahkan sejumlah lagu
Lisa A Riyanto mempersembahkan sejumlah lagu

Paroki Lanud 4

Tinggalkan Pesan