India13

“Semoga penyelenggaraan Allah selalu beserta kita. Kita berterima kepada Indonesia karena kita telah  mengalami Asian Youth Day (AYD) yang luar biasa. Kita akan pulang dengan tetap mengenang tempat ini. Peziarahan yang dimulai tahun 1999 di Thailand akan tetap berlanjut, maka dengan gembira saya mengumumkan bahwa AYD berikutnya akan berlangsung tahun 2020 di India!”

Maka bersoraklah semua peserta menyambut pengumuman dari Presiden Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (Federation of Asian Bishops’ Conference, FABC) Oswald Kardinal Grazias itu. Beberapa peserta dari India langsung menaiki panggung, dan pekikan-pekikan OMK India terdengar bersahut-sahutan, disertai lambaian bendera-bendera India di lapangan dan di panggung.

Untuk menyambut pengumuman itu atau untuk mensyukuri penunjukan India sebagai tuan rumah AYD ke-8, para penari dari Sekolah Karawitan Indonesia mementaskan Tari Ramadayapati.

Salib AYD lalu diserahkan oleh Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko kepada Oswald Cardinal Grazias, yang juga Uskup Agung Bombay, yang lalu menyerahkannya kepada seorang uskup India.

Oswald Cardinal Grazias mengumumkan tuan rumah AYD ke-8 setelah Misa Penutupan dan Penutupan Resmi Asian Youth Day ke-7 yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Yogyakarta, 6 Agustus 2017.

“Kami sungguh gembira menyambut kaum muda Indonesia datang ke sana, karena kalian sungguh telah menerima kami dengan baik dan penuh tanggung jawab melayani  kami di sini. Datanglah ke India karena India menerima dan menghargai siapa saja,” kata Pastor dari Kerala, India, India.

“Saya akan pulang untuk mengatakan bahwa pikiran pertama saya bahwa Indonesia adalah sebuah negara Muslim, ternyata salah. Semua orang di sini, juga umat Muslim, dengan ramah menerima, mencintai dan memperhatikan kami. Semua acara dijalankan dengan sangat baik, menghargainya kalian semua,” kata Pastor Sony Wadasseril Pr dari Kerala.

AYD pertama diadakan di Keuskupan Hua Hin, Thailand, 1999, dengan tema “Asian Youth Journeying with Jesus Towards the Third Millenium“ (OMK Asia berjalan bersama Yesus menyongsong Millennium III), kedua tahun 2001 di Keuskupan Taiwan di kota Taipei, bertema “We are called to Sanctity and Solidarity” (Kita dipanggil kepada Kekudusan dan Solidaritas), dan ketiga di Keuskupan Bangalore, India, tahun 2005 dengan tema “Asian Youth for Peace“ (OMK Asia Untuk Perdamaian).

AYD keempat tahun 2006 di Keuskupan Hongkong, dengan tema “Asian Youth, Hope of Asian Families” (OMK Asia, Harapan Keluarga-keluarga Asia), kelima 2009 di keuskupan Imus, Filipina, dengan tema “YAsia Fiesta: Young Asians Come Together Share the Word, Live the Eucharist“ (Pesta OMK Asia: OMK Asia, datanglah bersama-sama, berbagi Sabda, Hayati Ekaristi), dan keenam tahun 2014 di Keuskupan Daejeon, Korea, bertema “Wake Up Asian Youth! The Glory of The Martyrs Shines on You” (OMK Asia, Bangunlah, Kemuliaan para martir bersinar atas kalian).

AYD ketujuh direncanakan tahun 2017 di Keuskupan Agung Semarang khususnya kota Yogyakarta dan sekitarnya. Tema yang digagas adalah “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia“ (OMK Asia: Suka cita Injil bagi Asia yang Majemuk).

Misa Penutupan AYD ke-7 itu juga dibacakan ucapan selamat dan doa dari Paus Fransiskus kepada semua peserta, yang ditulis dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Pietro Kardinal Parolin.

Dalam surat itu dikatakan, Paus “berdoa agar kaum muda dari seluruh Asia mau mendengarkan panggilan Allah dengan penuh perhatian dan menanggapi panggilan mereka dengan iman dan keberanian. Saat mereka mempersiapkan Hari Kaum Muda se-Dunia, Paus mengajak mereka memandang Ibu Tuhan sebagai teladan pemuridan misionaris. Berbicara dengannya seperti layaknya dengan seorang ibu, dan selalu percaya akan perantaraannya yang penuh cinta. Dengan cara ini, ketika mereka berupaya lebih dekat mengikuti Yesus Kristus, mereka juga, seperti wanita muda dari Nazareth, “memperbarui dunia dan meninggalkan jejak yang membuat tanda pada sejarah.” (Pesan kepada kaum muda, 21 Maret 2017). Dengan mempercayakan seluruh kaum muda bersama keluarga mereka kepada perantaraan keibuan Bunda Maria, Paus Fransiskus dengan gembira memberikan berkat apostolik sebagai janji perdamaian dan sukacita dalam Tuhan.”(paul c pati)

India

India 9India 1

India 8

India 5

India 11

Tinggalkan Pesan