Minggu 30 Juli 2017

PEKAN BIASA XVII

Santo Ignatius dari Loyola, Imam (P); Santo Yohanes Collumbini; Santo Germanus

Bacaan I: Kel. 32:15-24.30-34
Mazmur: 106:19-20.21-22.23; R:1a
Bacaan Injil: Mat. 13:31-35

Yesus membentangkan suatu per­umpamaan lain lagi kepada orang banyak, kata-Nya: ”Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia menceritakan perumpamaan ini juga kepada mereka: ”Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: ”Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

Renungan

Ketidaksetiaan bangsa Israel kepada Allah mendukakan hati Musa yang telah memimpin mereka keluar dari Mesir, tetapi ia masih memohonkan pengampunan dari Allah, dan Allah masih berkenan menuntun ke tanah terjanji (bdk. Kel. 32:30-34). Di tengah ketidaksetiaan manusia, Allah masih memperhitungkan segelintir orang yang tetap setia pada perjanjian. Kerajaan Surga yang dilukiskan Yesus dengan perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi pun memuat pentingnya peran dan pengaruh iman yang tampaknya kecil (bdk. Mat. 13:31-33). Biji sesawi dapat tumbuh menjadi pohon tempat burung-burung bersarang pada cabangnya, dan ragi dapat mengkhamirkan tepung terigu tiga sukat. Artinya, pengaruh iman yang tampaknya kecil dan mungkin hanya dimiliki oleh segelintir orang adalah cikal bakal Kerajaan Surga yang akan menarik banyak orang dari berbagai bangsa.

Komitmen kita ketika memulai suatu pelayanan tidak langsung membawa hasil yang besar. Diperlukan iman yang, meskipun kecil di mata dunia, akan mempengaruhi semakin banyak orang untuk terlibat di dalamnya. Kalau iman yang kecil itu kita rawat dengan kesetiaan, niscaya Kristus sendiri akan menebarkan pengaruh yang mewujudkan Kerajaan-Nya di dalam Gereja dan masyarakat kita.

Tuhan Yesus, Engkau tidak pernah berhenti membangun kerajaan-Mu di dunia hingga saat ini. Semoga aku memiliki keyakinan yang teguh untuk mempengaruhi orang lain menjadi warga kerajaan-Mu lewat kesaksian imanku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan