perumpamaan

PEKAN BIASA XVI (H)

Beata Maria Magdalena Martinengo; Beato. Titus Brandsma; Santo Pantaleon; Santo Aurelius dan Santa Natalia
Bacaan I: Kel. 19:1-2.9-11.16-20b
Mazmur: Dan 3:52. 53. 54. 56
Bacaan Injil: Mat. 13:10-17

Setelah Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang penabur, murid-murid bertanya kepada-Nya, ”Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: ”Kepa­damu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Renungan

Iman tidak muncul begitu saja dari dalam hati manusia. Setelah beberapa kali orang Israel mempertanyakan kepemimpinan Musa, Tuhan menampakkan diri di depan bangsa itu ”supaya mereka senantiasa percaya” kepada Musa (bdk. Kel. 19:9). Yesus memilih menggunakan perumpamaan untuk berbicara kepada banyak orang. Ketika para murid menanyakan hal itu kepada-Nya, Yesus mengingatkan pada nubuat Yesaya (bdk. 6:10) bahwa ”hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup” (Mat. 13:15). Ketika kata-kata yang langsung tidak diindahkan, diperlukan kesadaran yang tumbuh dari dalam diri seseorang. Kesadaran dan pertobatan memang tidak bisa didesakkan dari luar, melainkan harus ditemukan sendiri dari dalam. Iman kepada Tuhan dan kepercayaan pada kepemimpinan orang lain mesti dipupuk dari hati manusia.
’Mendengar’ dan ’melihat’ pesan ilahi di balik pengalaman dan peristiwa kehidupan juga tidak dengan sadar kita lakukan. Betapa banyak kejadian terlewati begitu saja tanpa kesan, padahal semua itu dipakai Tuhan untuk mengarahkan diri kita agar siap mengalami hal-hal di depan kita. Kita seharusnya berusaha mendengar dan melihat dengan baik, sebab kesempatan untuk itu tidak akan datang dua kali.

Yesus, Tuhan dan Guru, Engkau menyebut berbahagia para pengikut-Mu yang setia mendengarkan sabda-Mu. Semoga aku dapat melihat dan mendengar dengan baik pesan-Mu dalam berbagai peristiwa hidupku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan