Yesus-mengecam-kota-yang-tidak-bertobat

Pekan Biasa XV (H)

Santo Frederik dari Utrecht; Santa Simforosa dan Putra-Putranya

Bacaan I: Kel. 2:1-15a
Mazmur: 69:3.14.30-31.33-34; R:33
Bacaan Injil: Mat. 11:20-24

Sekali peristiwa Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya: ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

Renungan

Bayi Musa selamat karena belas kasihan putri Firaun yang mengambilnya dari Sungai Nil (bdk. Kel. 2:6.10). Ia sesungguhnya diselamatkan oleh Allah yang merancangkan keselamatan bagi bangsa Israel yang tertindas di Mesir. Dalam Injil, Yesus meratapi kota-kota yang tidak juga mau bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya (Mat. 11:20). Kata-kata Yesus lebih terdengar sebagai perasaan heran mengapa setelah menyaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan, mereka tidak juga mau berubah. Tampaknya tidak semua manusia menangkap tanda-tanda yang dialaminya di dunia, padahal semua itu memuat penyelenggaraan ilahi yang seandainya disadari akan membawa keselamatan seperti yang diharapkan. Peristiwa-peristiwa tertentu dalam hidup seseorang seharusnya mengubah dan membaruinya, sebab itu adalah bagian dari rencana Tuhan atas diri setiap orang maupun komunitas yang lebih besar.

Beberapa peristiwa dalam hidup kita tidak segera kita mengerti maknanya. Kadang-kadang baru setelah beberapa tahun kemudian kita disadarkan bahwa semuanya itu harus kita alami supaya kita bertumbuh makin dewasa dalam iman. Akan tetapi, kita sebetulnya bisa mulai dari sekarang mencoba mengerti apa kiranya rencana Tuhan di balik kejadian-kejadian yang kita alami. Mungkin kita perlu segera berubah dari kebiasaan buruk yang tanpa sadar masih terus kita lakukan hingga saat ini.

Tuhan, tindakan-Mu dalam setiap peristiwa kehidupan yang kualami memuat rencana yang indah atas diriku. Semoga aku rela mengubah hal-hal yang masih dapat kuubah dalam diriku agar sesuai dengan rencana-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan