domba-serigala

Pekan Biasa XIV (H)

Santo Fransiskus Solanus; Santo Kamilus dari Lellis

Bacaan I: Kej. 46:1-7.28-30

Mazmur: 37:3-4.18-19.27-28.39-40; R:39a

Bacaan Injil: Mat. 10:16-23

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: ”Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.”

Renungan

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Yakub selain berjumpa kembali dengan Yusuf, anaknya, yang sekian lama disangka telah mati. Ia berkata, ”Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup” (Kej. 46:30). Kisah yang mengharukan perjumpaan ayah dan anak ini bisa berbanding terbalik dalam situasi penganiayaan yang akan mengabaikan hubungan kekeluargaan. Dalam Injil, Yesus memperingatkan agar para pengikut-Nya siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk, sebab pada saat itu Roh Bapa akan mengatakan apa yang harus mereka katakan (bdk. Mat. 10:19-20). Para murid akan dibenci semua orang karena nama Yesus, tetapi yang bertahan dalam imannya akan selamat. Kesediaan mengikuti Kristus tidak akan menjauhkan para murid dari berbagai kesulitan, tetapi Roh Bapa akan melindungi mereka supaya jangan binasa. Penyertaan Allah menjadi jaminan bagi semua orang yang setia dalam iman.

Di zaman kita ini banyak keluarga yang terpecah hingga dipandang tak dapat lagi diperdamaikan. Kita perlu bersikap realistis terhadap masalah yang sering kali sudah begitu rumit. Kendati tampaknya sulit bersatu lagi, keluarga-keluarga itu masih dapat diajak untuk tetap berkomunikasi, tanpa memaksakan sebuah persatuan. Dalam komunikasi, kita percaya bahwa Roh Bapa akan terus bekerja untuk menumbuhkan kesetiaan.

Yesus Kristus, Engkau mengharapkan agar kesetiaan tetap dijaga dalam situasi keterpecahan dunia. Semoga aku mengikuti dorongan Roh Kudus mengusahakan perjumpaan-perjumpaan yang bermakna dalam keluarga. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan