Tahbisan Rolly14

Mgr Antonio Guido Filipazzi yang diangkat oleh Paus Fransiskus menjadi Duta Vatikan untuk Nigeria sudah sedang bersiap meninggalkan Indonesia dalam beberapa hari, namun Uskup Agung Titular Sutri itu masih mau hadir pada Tahbisan Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC bahkan menjadi Uskup Penahbis Utama dan memberi homili.

Mgr Flipazzi didampingi Penahbis Pendamping Uskup Emeritus Manado Mgr Josef Suwatan MSC dan Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada’ menahbiskan uskup keempat keuskupan Manado dan uskup pertama yang lahir di wilayah Keuskupan Manado, Mgr Rolly Untu, dalam Misa Tahbisan di Stadion Maesa Tondano, Ibukota Kabupaten Minahasa, Sulut, 8 Juli 2017.

Misa Tahbisan itu dihadiri John Kardinal Ribat dari Papua New Guina, kardinal pertama dari Kongregasi MSC, 28 uskup lain dari Indonesia serta ratusan imam, bruder, suster bahkan para suster Biara Karmel OCD Santa Theresia Kakaskasen yang sesuai tradisi hanya hidup tertutup dalam biara, serta frater, dan sekitar 35.000 umat Katolik. Bupati Minahasa Jantje W Sajow dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey juga hadir.

Sebenarnya, menurut pengetahuan Mgr Rolly, kehadiran Mgr Filipazzi yang terakhir adalah tahbisan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, 19 Mei 2017. “Tapi ketika saya minta untuk hadir, beliau dengan rendah hati mengatakan, ‘Ya tapi saya mau minta ijin dari Vatikan.’ Dan mendapat ijin.”

Permintaan kedua agar Duta Vatikan menahbiskannya. “Reaksi Duta Vatikan, wah … saya belum pernah membuat itu selama enam tahun di Indonesia. Tapi saya bilang, ‘ini special request,’ dan dijawab ‘Okay, saya mau. Ini pertama dan terakhir kali,” cerita Uskup Baru Manado seraya menambahkan bahwa Duta Vatikan memenuhi juga permintaan ketiga untuk memberi homili.

“Sebentar lagi kita akan mendengarkan kata-kata pemberian mitra ‘Terimalah mitra ini, semoga bersinarlah cahaya kesucian dalam diri saudara,’” Duta Vatikan memulai homili. Kata-kata itu, lanjut duta, menjelaskan bahwa “seorang uskup mesti membiarkan diri diterangi dari atas untuk menjadi mampu menerangi kawanan yang dipercayakan kepadanya.” Motto tahbisan Mgr Rolly adalah “In Lumine Tuo, Videmus Lumen” (Dalam Terang-Mu, kami melihat cahaya) Mazmur 36:10.

Dia mesti menjadi suci guna menuntun kesempurnaan cinta kasih semua saudara dan anak-anaknya “melalui ajarannya, pelayanan sakramen dan kepemimpinan pastoral,” dan rahmat Sakramen Imamat yang dianugerahkan kepada seorang uskup memampukan dan sekaligus senantiasa mendesak dia untuk membimbing perkembangan rohani seluruh anggota umat Allah, kata Duta Vatikan.

“Pangkal martabat mulia yang dihormati umat Kristen pada gembala-gembalanya dan sekaligus menjadi tanggung jawab besar untuk karya episkopal adalah membiarkan diri diterangi untuk menerangi orang lain,” kata Mgr Filipazzi, seraya mengingat ajaran Santo Thomas Aquinas yang mengatakan tidak ada tugas lebih mulia daripada menjadi mitra kerja Allah.

“Martabat ini dicapai terutama sekali oleh mereka yang membiarkan diri diterangi guna menerangi orang lain. Dan memang, bagi Doktor Angelicus ini mencerahkan lebih daripada bersinar saja. Menurut Santo Thomas, jika seluruh pelayanan pastoral uskup bertujuan menuntun umat Allah pada kesempurnaan, tugas mengajar uskup merupakan tugas yang terutama. Konsili Vatikan II juga mengatakan, di antara tugas-tugas utama para uskup, pewartaan Injillah yang terutama, lanjut duta seraya meminta uskup belajar Sabda Allah dan Iman Gereja.

Namun, saat tahta Manado menanti gembala baru setelah pengunduran diri Mgr Suwatan, Paus Fransiskus berpikir tentang Mgr Rolly Untu MSC yang telah dengan penuh semangat memelihara bidang pastoral, karya panggilan dan pendidikan umat, sembari memperlihatkan kualitas pikiran dan hati yang istimewa, serta kasih terhadap Gereja.

“Maka, tampak bagi kami bahwa Anda mampu menanggung jabatan ini. Jadi setelah mendengar pendapat Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, berdasarkan kepenuhan otoritas kami, Anda kami angkat menjadi Uskup Manado dengan semua hak dan kewajibannya. …” tulis Paus Fransiskus dalam surat pengangkatan Tahta Suci yang diberikan di Roma, 12 April 2017. Surat itu dibacakan oleh Sekretaris Uskup Manado Pastor John Montolalu Pr, karena Duta Vatikan menjadi penahbis utama.

Meskipun demikian, ketika dipanggil menghadap Duta Vatikan 8 April 2017, Mgr Rolly berpikir akan diminta pendapat tentang figur lain mengingat “info tidak benar tanggal 24 Desember 2016 bahwa saya terpilih jadi uskup sudah menganulir proses sebelumnya tentang siapa yang akan dinominasikan.”

Ternyata Mgr Rolly diperhadapkan dengan penunjukan Paus Fransiskus yang menunggu jawabannya. “Saya menyatakan rupa-rupa keberatan dan mungkin karena itu diberi beberapa hari berpikir. Tetapi ketika saya kembali dengan keberatan-keberatan yang sama dan ditambah-tabah, Nuntius tetap menantang saya dengan rupa-rupa argumen yang menyentuh hati saya untuk menerima dengan rendah hati penunjukan Paus ini,” kata Mgr Rolly dalam sambutan seusai Misa. “Saya sadar akan kelemahan dan keterbatasan saya, namun kasih karunia Allah menguatkan saya untuk melaksanakan tugas ini.”

Luar Biasa

Dan datanglah ucapan syukur, ucapan selamat dan dukungan, sehingga terjadilah tahbisan imamat yang “digerakkan” oleh panitia berkekuatan 130 orang yang Mgr Rolly gambarkan sendiri sebagai “luar biasa.” Umat yang memadati semua lapangan dan tribun Stadion Maesa Todano itu datang dari wilayah Keuskupan Manado yakni Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Data Seksi Dokumentasi dan Publikasi yang diberikan ketua Komsos Keuskupan Manado Pastor Steven Lalu Pr mengatakan, sebanyak 214 imam hadir dalam Misa, 200 di antaranya ikut membagikan komuni, dan 150 prodiakon. Misa dimeriahkan oleh koor inti sebanyak 100 orang dari Univoiced Choir, Manado Catholic Choir, dan PSM de la Salle, dan koor pendamping dari umat sebanyak 800 orang dari paroki-paroki dengan iringan 10 set musik kolintang yang dimainkan 90 orang. Ordinarium dan beberapa lagu lain “diperindah” oleh 186 penari inkulturasi dari WKRI dan OMK.

Gubernur Sulut mengucapkan kepada uskup baru “selamat datang, selamat melayani, selamat menggembalakan umat dengan mengedepankan kepemimpinan dan pelayanan yang dimotivasi oleh kasih Tuhan Yesus. Saya harap terus menjalin hubungan harmonis dan sinergis dengan seluruh umat dan segenap elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan yang rukun dan damai.”

John Kardinal Ribat mengatakan, sebagai anggota Misionaris Hati Kudus, Uskup Rolly dan para biarawan MSC menghidupi apa yang disampaikan Bapak Pendiri Pater Chevalier untuk menjadi abdi Allah di dunia. “Semoga moto MSC, semoga Hati Kudus Yesus dicintai di mana-mana menjadi inspirasi dalam pelayanan Uskup Rolly dalam melayani umat di keuskupan.”

Dan bergemuruhlah Marching Band Seminari Menengah Kakaskasen, disusul petasan kembang api selama empat menit “mencakar langit dengan cahaya” menyambut sambutan pertama dari Mgr Rolly sebagai Uskup Manado. Langit masih tetap cerah bahkan bulan purnama menampakkan diri disertai angin dingin, padahal beberapa hari sebelumnya dan sesudah acara itu hujan turun di Tondano.

Selain Marching Band SMP Gonzaga Tomohon dan penari kabasaran (tarian perang), tampil malam itu tarian yang memberi ucapan terima kasih atas “pengabdian tanpa ingat lelah” Mgr Suwatan yang telah berkarya sebagai Uskup Manado selama 27 tahun dan memberi setumpuk bunga bagi Mgr Suwatan, tarian dan lagu 200 Anak Sekami dan OMK dan 500 penari Selendang Biru dari WKRI.

“Deo Gratias (Syukur kepada Allah) untuk cuaca bagus karena Tuhan mendengar doa-doa kita sehingga hari ini tidak ada hujan, langit terang, dan malam ini lihat … bulan purnama. Kita bersyukur kepada Tuhan yang mengatur cuaca menjadi bersahabat dan kita bisa kumpul seperti ini,” kata Mgr Suwatan.

Menurut Uskup Emeritus itu, Mgr Rolly sudah melihat terang, melihat cahaya, maka “marilah bersama uskup baru mencari terang, supaya terang cahaya Tuhan memimpin hidup kita, dan mari bersyukur kepada Tuhan yang sudah membimbing saya selama 27 tahun menjadi uskup kalian. Cinta kasih Allah sudah membimbing perjalanan ini dengan kebersamaan dan cinta kasih.”

Mgr Rolly lalu bersyukur bagi semua yang mensukseskan Misa dan Acara Pentahbisan, termasuk  pembersih, petugas keamanan dan kesehatan dari enam rumah sakit dan Akper Gunung Maria. Dengan mobil jeep terbuka Mgr Rolly yang ditemani dua uskup penahbis pendamping telah mengitari stadion itu sambil memberkati semua umat.(paul c pati)

Tahbisan Rolly1Tahbisan Rolly2

Tahbisan Rolly3

Tahbisan Rolly4Tahbisan Rolly5Tahbisan Rolly6Tahbisan Rolly7Tahbisan Rolly8

Tahbisan Rolly9

Tahbisan Rolly10Tahbisan Rolly11

Tahbisan Rolly12

Tahbisan Rolly15Tahbisan Rolly16Tahbisan Rolly17

Tahbisan Rolly18

Tahbisan Rolly19

Tahbisan Rolly20Tahbisan Rolly21

Semua foto ini diambil oleh Paul C Pati dan adalah milik PEN@ Katolik

Tinggalkan Pesan