juli-1704

Pekan Biasa XIII (H)
Santa Elisabeth dari Portugal; Santo Ulrich; Beato Pierre Georges Frassati

Bacaan I: Kej. 19:15-29
Mazmur: 26:2-3.9-10.11-12; R:3a
Bacaan Injil: Mat. 8:23-27

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: ”Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: ”Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Renungan

Dalam kepanikan karena bencana atas kota Sodom dan Gomora, Lot dan keluarganya dituntun kedua malaikat Tuhan agar selamat. Kendati telah diperingatkan, istrinya menoleh ke belakang dan berubah menjadi tiang garam (bdk. Kej. 19:26). Kepanikan kadang-kadang mendorong manusia untuk memutuskan secara keliru. Dalam situasi seperti itu, hanya dibu­tuhkan kepercayaan pada tuntunan Tuhan. Para murid Yesus yang terjebak di tengah angin ribut di danau juga mengalami kepanikan, padahal Yesus ada bersama mereka di perahu yang sama. Yesus menegur mereka karena kurang percaya (bdk. Mat. 8:26). Iman yang teguh menye­lamat­kan manusia terutama dalam situasi-situasi yang paling sulit dan seakan-akan tanpa harapan.

Apa reaksi kita manakala ditimpa kesulitan bertubi-tubi? Ke mana kita lari atau siapakah yang kita andalkan ketika mengalami hal-hal buruk yang tak terduga? Seharusnya pada saat-saat seperti itu kita kembali pada janji Yesus yang selama ini kita dengarkan melalui sabda-Nya. Tuhan selalu mengirimkan malaikat-Nya untuk meluputkan kita dari bencana, tetapi harus ada kesadaran untuk tetap berpegang pada tuntunan-Nya. Kesetiaan pada petunjuk-petunjuk ilahi akan membawa kita ke tempat yang aman.

Tuhan Yesus, semoga kehadiran-Mu selalu aku sadari dalam kejadian-kejadian yang tidak aku duga. Peganglah tanganku setiap saat, agar selamat dari segala bahaya yang mengancam. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

1 komentar

Tinggalkan Pesan