seek-kingdom-of-god-1222339-gallery

PEKAN BIASA XI (H)

Santo Silverius, Paus

Bacaan I: 2Kor. 8:1-9

Mazmur: 146:2.5-6.7.8-9a; R:2a

Bacaan Injil: Mat. 5:43-48

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

Renungan

Yesus memberi perintah: ”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Yesus mengajarkan sesuatu yang sulit: mengasihi musuh! Secara naluriah, lebih mudah dan masuk akal bila kita melakukan sebaliknya: membenci musuh, menjauhinya, membuatnya menderita, bahkan membunuhnya.

Yesus tak sekadar memberi ajaran baru. Dia sendiri melakukannya dari atas salib, kata-Nya: ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Meneladan Yesus, Stefanus, martir pertama, mengampuni pembunuhnya. Santa Maria Goretti mengampuni juga pembunuhnya Alessandro, yang akhirnya bertobat dan hidup di biara menebus dosanya. Santo Yohanes Paulus II juga mengunjungi penembaknya Mehmet Ali Aqca di penjara Rebbibia (Roma) dan mengampuninya. Banyak contoh lain. Kita pun diajak untuk melakukan yang sama. Kasih Kristiani adalah mengasihi semua orang, karena semua orang adalah anak-anak dari satu Bapa yang sama, di mana Allah memberikan matahari dan hujan bagi semua orang tanpa perbedaan. Jadi, kita tidak saja mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga orang yang membenci dan menyakitkan hati kita. Dengan melakukan ini, kita akan hidup dalam damai satu sama lain dan kita benar-benar murid Yesus sejati.

Ya Tuhan, bersihkanlah hatiku dari rasa benci dan dendam, agar aku dapat mengasihi semua orang dengan kasih-Mu, termasuk mengasihi lawan dan musuhku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan