Gospel of Mark Chapter 12

PEKAN BIASA IX (H)

Santo Primus dan Santo Felicianus; Santo Efrem;

Santa Sesilia; Santa Maria Taigi; Beato Yosef de Anchieta

Bacaan I: Tob. 11:5-14

Mazmur: 146:2abc.7.8-9a.9bc-10; R:2a

Bacaan Injil: Mrk. 12:35-37

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: ”Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Renungan

Dalam menyelesaikan masalah, umumnya kita akan lebih dahulu mengandalkan kekuatan dan kepintaran kita sendiri. Sesudah keadaan makin sulit, barulah kita ingat akan kekuatan dari Tuhan. Tapi Tobit dan istrinya Hana lain: mereka tetap mengandalkan Tuhan lebih dahulu. Karena itu, lewat malaikat Rafael, Tuhan menyembuhkan Tobit yang buta dengan olesan empedu ikan. Tobit tua sembuh berkat anaknya, Tobia. Kisah mereka ini melambangkan hati yang terbuka bagi Tuhan. Hati yang demikian ini menjadi lahan bagi penerimaan karunia Tuhan. Walau berada di tempat pembuangan dan buta, Tuhan tetap memperhatikan Tobit yang setia pada-Nya.

Lebih dari Tobit, Yesus mengajak kita untuk mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Yesus sendiri tidak mengandalkan diri-Nya. Ia memang Anak Daud, tapi Ia bukanlah Mesias politik. Ia tidak mau mencari kekuasaan duniawi. Ia hanya menjalankan kehendak Bapa saja, sampai Ia wafat di salib. Yesus melebihi kita semua dalam hal mengandalkan Tuhan. Semoga kita dapat meneladani-Nya.

Ya Tuhan, tolonglah aku untuk mengandalkan Engkau saja dan percaya bahwa keselamatan hanya datang dari-Mu. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang masa. Amin.

Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan