Maumere Arina(2)

“Yesus malole, malole, neu au. Yesus malole, malole, neu ita basang. Au tak bisa balas Yesus susue. Yesus Malole, malole, neu au.” Lagu itu terdengar dalam sebuah acara di samping gereja Paroki Spiritu Santo Misir Maumere, Flores, NTT, di Hari Pentakosta, 4 Juni 2017.

Selain “Yesus Malole,” Arina Maumere (15) menyanyikan lagu “Ole-ole.” Dua lagu dalam “suara emas” umat Paroki Misir, yang dikenal umum karena pernah masuk nominasi 20 Besar Dangdut Academy 4 Indosiar, itu “menghipnotis” semua yang hadir dan berhasil meraup uang sebesar 67 juta rupiah.

Arina Maumere tampil dalam acara Lelang Lagu Pembangunan Aula Serba Guna Paroki Spiritu Santo Misir yang dilaksanakan usai Perayaan Pentakosta, Ulang Tahun ke-10 Paroki Misir dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Aula Paroki Misir oleh Vikjen Keuskupan Maumere Pastor Ewald Sedu Pr.

Vikjen Keuskupan Maumere, Bupati Sikka Yosef Ansar Rera dan Istri, Wakil Bupati Paolus Nong Susar dan Istri, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Kepala Paroki Misir Pastor Christian Rudy Parera Pr, pengurus DPP, dan lima ratusan umat hadir dalam acara itu.

Walau Paroki Spiritu Santo Misir baru berusia 10 tahun, Vikjen mengakui bahwa kehidupan iman umat cukup menggembirakan. “Baru 10 tahun paroki ini berdiri tetapi sudah memiliki gereja yang lumayan bagus dan kini membangun aula dengan biaya miliaran rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi umat dalam hidup menggereja cukup bagus,” kata imam asal Bajawa itu sambil mengingatkan paroki itu untuk terus meningkatkan mutu iman umat.

Paroki itu, menurut Vikjen, juga menjadi model bagi 36 paroki lain di Keuskupan Maumere dalam hal Pengelolaan Keuangan.

Bupati Sikka menilai umat di Paroki Spiritu Santo Misir sudah dewasa dalam hidup menggereja. Pada usianya ke-8 sudah mampu membangun gereja yang megah dan pada usia ke-10 membangun aula. “Modal utama dalam pembangunan ini adalah kebersamaan,” kata bupati.

Pada usia ke-10 itu, bupati tak lupa meminta umat untuk tetap menjaga keutuhan NKRI yang hadir dalam kebhinekaan. “Kalau ada yang mau mencabik-cabik kebhinekaan, maka kita semua harus tampil untuk membela. NKRI harga mati,” ujar bupati yang disambut yel “Saya Indonesia, Saya Pancasila.”

Pesta ulang tahun itu bertema “Bersama Kita Membangun Paroki Spiritu Santo Misir Yang Beriman, Sejahtra, Solidaritas Membebaskan dalam Terang Roh Kudus demi Tegaknya UUD 45, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI”.

Pastor Parera yakin bahwa pembangunan aula akan selesai pada waktunya karena modal utama pembangunan adalah umat sendiri. Maka, imam itu minta kepada delapan ribu umat yang tersebar di 21 lingkungan dan 107 komunitas basis gerejani untuk bahu membahu dan bergandengan tangan menyukseskan pembangunan aula itu. “Saya yakin Roh Kudus akan menggerakkan hati semua umat untuk membantu dengan caranya masing-masing demi suksesnya pembangunan aula itu.”

Aula berlantai dua, yang didesain dengan konstruksi baja dan dibangun di atas tanah berukuran 22×32 meter dengan dana Rp. 4.234.000.000, akan juga digunakan untuk kantor paroki.

“Yesus baik, baik, buat saya; Yesus baik, baik, buat saya; Kutak dapat membalas kasih-Mu Yesus; Yesus baik, baik, buat saya,” Arina Maumere terus bernyanyi. (Yuven Fernandez)

Maumere Pasir ultah kue tart (3)

Maumere Peletakan batu pertama oleh VikjenMaumere Pasir ultah kue tart

 

Tinggalkan Pesan