yesus-mengajar-berikan-kepada-kaisar-apa-yang

PEKAN BIASA IX (H)

Santo Norbertus; Santo Filipus

Bacaan I: Tob. 2:9-14

Mazmur: 112:1-2.7bc-8.9; R:7c

Bacaan Injil: Mrk. 12:13-17

Sekali peristiwa beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: ”Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: ”Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: ”Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Renungan

Ketika sedang tidur di dekat pagar tembok di pelataran rumahnya, Tobit kejatuhan tahi burung pipit persis mengenai matanya. Ini menyebabkan matanya kabur dan akhirnya buta. Bagi sebagian orang, peristiwa ini dipandang sebagai malapetaka. Artinya, Tobit berdosa dan karena itu dihukum Tuhan. Akan tetapi, ia merasa tidak berdosa, sebab ia mematuhi semua perintah Tuhan. Ia pun tidak murung, ia tetap setia dalam cobaan yang berat itu. Walau istrinya sendiri menghinanya, ”Apa gunanya kebajikanmu, apa faedahnya semua amalmu?”, Tobit tetap beriman kepada Tuhan. Ia tetap menjadi orang yang takwa dan menyerahkan semua sakitnya kepada Tuhan. Adalah hak Allah membuatnya sakit begitu. Ia tidak kecewa dan sakit hati.

Yesus juga menyerahkan semua perkara hidup-Nya kepada Bapa-Nya. Dalam Injil, kita baca Yesus dijebak dengan pertanyaan tentang tentang pembayaran pajak: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak? Jika Yesus menjawab ”boleh”, berarti Ia mendukung kaisar di Roma, Ia mendukung penjajah bangsa-Nya, sehingga Ia bisa dikategorikan sebagai pengkhianat bangsa. Bila Yesus menjawab ”tidak”, berarti Ia dapat dipenjarakan karena melawan perintah kaisar. Namun, Yesus berhasil lolos dari jebakan orang-orang Farisi dan Herodian yang memusuhi-Nya. Pastilah Yesus penuh dengan Roh Kudus, sehingga Ia dapat membedakan mana yang menjadi hak Allah dan mana yang menjadi hak manusia. Jika kita memiliki kesulitan hidup, marilah kita serahkan kepada Tuhan, karena di dalam Dia pasti ada jalan keluarnya. Manusia mempunyai banyak macam masalah, tetapi Tuhan selalu punya solusi.

Tuhan, penuhilah aku dengan Roh-Mu agar aku dapat menyerahkan hidupku kepada-Mu dan dapat membedakan mana yang menjadi kehendak-Mu, sehingga aku tetap setia kepada-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan