DSCN6775 (1)

Baru 46 dari 60 paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang sudah melengkapi kepengurusan paroki dengan Seksi Lingkungan Hidup. Kenyataan itu menjadi salah satu indikator kepedulian umat Katolik terhadap lingkungan hidup yang sekarang dinilai “belum optimal’ oleh Pegiat Lingkungan Hidup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Paula Ruliyati Puji Lestari.

Meski sudah ada kemajuan pesat soal kepedulian lingkungan hidup, namun imbauan peduli lingkungan hidup tidak hanya sekali, “tapi harus dilakukan terus-menerus sehingga kelak menjadi habitus umat Katolik,” kata Ruli kepada PEN@ Katolik di sela-sela seminar setengah hari tentang lingkungan hidup yang berlangsung di Aula Santa Maria dari Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Tangerang, 21 Mei 2017.

Dia mengakui, sejak Pastor Al Andang Binawan SJ menggemakan “hidup bersih dan sehat, meletakkan sampah jadi berkat” di tahun 2006, telah terjadi berbagai kegiatan lingkungan hidup yang sangat beragam di paroki-paroki, “bahkan antarseksi lingkungan hidup dengan sejumlah kelompok kategorial dan dengan RT dan RW setempat.”

Namun ditegaskan, gerakan peduli bumi dan menjaga keutuhan ciptaan sejatinya tidak hanya dilakukan anggota Seksi Lingkungan Hidup “tapi perlu melengkapi pengurus lingkungan dengan Seksi Lingkungan Hidup, dan dilakukan kerja sama antara Seksi Lingkungan Hidup dengan berbagai seksi.”

Contohnya, dengan memasukkan materi peduli lingkungan dalam Seksi Katekese untuk kelompok BIR, BIA, OMK, bahkan orangtua. “Selain paroki, sekolah-sekolah di bawah asuhan paroki atau pun milik kongregasi perlu menanamkan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Selain Ruli, hadir juga Pegiat Lingkungan Hidup KAJ Liana Soesanto dari Paroki Maria Immaculata Cengkareng. Dia memberikan pemahaman tentang pemanfaatan barang-barang bekas. “Setelah barang bekas diolah bisa bernilai ekonomi yang sangat fantastis,” katanya seraya menyebut koran bekas dan botol aqua atau lainnya yang bisa diolah menjadi barang lain kemudian dijual.

Moderator Pastor Vincens Suryatno SJ mengatakan, seminar lingkungan hidup adalah sarana dari Laudato Si’, surat ensiklik kedua dari Paus Fransiskus dengan sub judul tentang kepedulian terhadap rumah kita bersama. “Semoga ini menjadi ajakan untuk seluruh umat agar semakin memberikan perhatian terhadap lingkungan,” imam itu. (Konradus R Mangu)

Keterangan Foto: Paula Ruli dan para peserta seminar lingkungan hidup di Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang

 

Bagikan
Artikel sebelumSenin, 22 Mei 2017
Artikel berikutRabu, 24 Mei 2017

Tinggalkan Pesan