Blue House1

Sebagai seorang Katolik yang baik, sebelum masuk dan menetap di sebuah rumah baru, Presiden Korea Moon Jae-in yang baru terpilih menginginkan agar rumah baru itu diberkati. Yang dimaksud adalah Blue House, kediaman resmi Presiden Republik Korea Selatan, bangunan yang juga menjadi kantor kepresidenan dan digunakan untuk biasa menerima kepala-kepala negara yang mengunjungi Korea. Oleh karena itu Presiden Moon berpikir untuk menelpon “pastornya” atau imam yang memimpin Gereja Katolik Tritunggal Mahakudus di daerah Hongje-dong, Seoul, tempat Moon tinggal sejak Januari.

Seperti yang Fides ketahui, Don Paul Ryu Jong-Man, pastor paroki di Hongje-dong, menyambut undangan itu dengan sukacita. Tanggal 13 Mei 2017, saat presiden mengambil alih kepemilikan rumah baru itu, pastor itu datang ke Blue House untuk menyampaikan berkat Tuhan untuk orang, tempat, dan barang-barang di situ.

Dalam upacara pemberkatan, pastor yang didampingi beberapa suster, merentangkan tangannya di atas presiden dan istrinya serta berdoa untuknya, “jadilah bijaksana seperti Raja Salomon.” Kemudian pastor mengatakan kepada presiden: ”Sebelum membuat keputusan apapun, berdoalah kepada Roh Kudus, Dia akan turun kepadamu dan memberimu terang dan kekuatannya.” Don Paolo Ryu Jong-Man menggambarkan Presiden Moon, yang dia kenal baik, sebagai “orang yang rendah hati, terbuka dan saleh.”

Presiden Moon mengatakan kepada Don Paolo bahwa dia selalu memakai cincin Rosario di tangan kirinya: tanda devosinya kepada Maria. Blue House dibuka pada hari raya Bunda Maria dari Fatima, dan oleh karena itu pelayanan kepresidenannya bagi bangsa itu dimulai dalam perlindungan Maria. Pastor paroki memberikan kepada presiden dan isterinya sebuah lukisan yang diilhami oleh tema perdamaian. (pcp berdasarkan fides.org)

Bagikan
Artikel sebelumRabu, 17 Mei 2017
Artikel berikutKamis 18 Mei 2017

Tinggalkan Pesan