last-supper-30

PEKAN PASKAH V (P)

Santa Gemma Galgani, Santo Alosius Orione, Santo Alipis dan Possidius, Santo Simon Stock, Santa Margaretha dari Cortona, Santo Andreas Babola

Bacaan I: Kis. 14:19-28

Mazmur: 145:10-11,12-13ab,21

Bacaan Injil: Yoh. 14:27-31a

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan ke­padamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”

Renungan

Fenomena menarik dalam berdemokrasi di Indonesia pada tahun 2016 adalah munculnya kelompok yang bernama “Teman Ahok”. Kelompok ini beranggotakan orang-orang muda dari berbagai latar belakang. Tujuannya, menggalang dukungan terhadap Ahok untuk maju lagi dalam Pilkada DKI tahun 2017. Di mata kelompok ini, Ahok adalah pemimpin yang mempunyai integritas, yang bisa membangun DKI dengan baik, dan memang terbukti. Mereka tidak mau Ahok dibelenggu oleh kepentingan partai politik tertentu kalau dia diusung oleh koalisi partai. Maka mereka menggalang dukungan melalui jalur independen. Mereka pun berhasil mengumpulkan KTP untuk mendukung.

Paulus dan teman-teman mempunyai semangat yang hampir sama dengan “Teman Ahok” ini. Mereka pergi ke mana-mana untuk mewartakan iman mereka akan Yesus. Bagi mereka, Yesus yang telah bangkit adalah benar-benar Tuhan dan hanya Dialah yang mempunyai kuasa atas segala sesuatu di muka bumi. Hanya Dia pula yang sanggup memberikan damai sejati kepada dunia. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” (Yoh. 14;27). Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit membakar jiwa Paulus dan teman-teman; mereka tidak pernah takut menghadapi apa saja dalam pewartaan itu. Kita membutuhkan pengalaman perjumpaan dengan Tuhan setiap waktu. Pengalaman seperti itu akan menjadi energi yang menyenangkan hidup iman kita.

Tuhan, kobarkan semangatku untuk mewartakan-Mu dalam hidup dan karya-karyaku. Sanggupkan aku menghadapi beragam tantangan yang dijumpai setiap waktuku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan