Rumah-Bapa-300x186

PEKAN PASKAH IV (P)

Santo Nereus dan Achilius; Santa Flavia Domitila;

Santo Pankrasius; Santo Germanus; Santo Leopold Mandic

Bacaan I: Kis. 13:26-33

Mazmur: 2:6-7.8-9.10-11; R:7

Bacaan Injil: Yoh. 14:1-6

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya: ”Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Renungan

“Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi: jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh. 14:5). Barangkali pertanyaan Thomas ini mewakili kebingungan, keraguan, dan kegelisahan kita juga dalam mengikuti Kristus. Namun, hal yang paling penting di balik itu adalah bahwa pengenalan iman dan relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus perlu dibangun, agar kita dapat menyelami seluruh misteri hidup-Nya. Sebab kadang orang memahami karya misi Yesus secara lahiriah dalam kalkulasi-kalkulasi manusiawi belaka. Orang mengikuti Kristus dan berusaha mencari Dia hanya untuk mendapatkan kepuasan batin sesaat, dan tidak rela menempuh jalan penderitaan bersama Dia. Yesus mengatakan : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (14:6). Sabda ini memberikan jaminan dan kepastian ultima bagi kita akan hidup yang kekal.

Seperti Thomas, kita juga kadang dikuasai perasaan ragu dan bimbang dalam mengikuti Yesus. Kita baru percaya kalau, melihat dan mengalami tanda-tanda lahiriah yang tampak dan sensasional. Barangkali juga hanya berpura-pura tidak mengetahui “jalan-Nya agar bisa mengikuti jalan-jalan duniawi”. Lain yang lebih menyenangkan, namun bermuara pada penderitaan. Kiranya kita tidak terjebak dalam jalan-jalan yang keliru dan menyesatkan hidup kita. Yesus telah menunjukkan jalan satu-satunya menuju hidup melalui salib. Untuk itu kita diajak untuk selalu mempercayakan seluruh hidup kita pada-Nya, susah atau senang kita mengandalkan Dia. Ia akan menuntun kita pada jalan keselamatan, sebab Ia sendirilah sumber keselamatan itu.

Ya Tuhan Yesus, berikanlah aku rahmat-Mu agar aku sanggup melihat jalan yang Engkau tunjukkan kepadaku menuju hidup yang kekal, sehingga aku dapat mengikuti Engkau dengan penuh iman tanpa bimbang dan ragu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

 

Tinggalkan Pesan