christ-and-the-chief-priests

PEKAN PASKAH IV (P)

Santo Antonius dari Florence; Santo Gordianus dan Epimakus; Beao Damianaus de Veuster

Bacaan I: Kis. 12:24-13:5a

Mazmur: 67:2-3.5.6.8; R:4

Bacaan Injil: Yoh. 12:44-50

Sekali peristiwa Yesus berseru di hadapan orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya: ”Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

Renungan

Perutusan Barnabas dan Saulus terjadi dalam kuasa dan kehendak Allah sendiri. Mereka berdua dimateraikan khusus untuk memberikan firman Allah kepada orang-orang Yahudi Allah merupakan kekuatan dan andalan mereka satu-satunya. Dengan-Nya mereka tidak ragu dan bimbang sedikit pun sebab Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Alhasil, banyak orang percaya pada pemberitaan mereka. Seperti yang telah terjadi di Yerusalem, dan juga di tempat tempat lain. Sama sekali tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya dan menyerahkan diri secara penuh pada kuasa Allah, yang sekalipun secara manusiawi jalannya terlihat berat, sulit, dan tidak mungkin dapat dilaksanakan. Yesus berkata: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada dia, yang telah mengutus Aku, dan barangsiapa melihat Aku ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku“ (Yoh. 12:44-45).

Melalui materai Sakramen Pembaptisan, kita semua telah menerima tugas perutusan yang sama dari Allah. Itu berarti kita semua adalah orang-orang yang berkenan bagi-Nya dan diresapi daya ilahi firman-Nya. Ia mengutus kita untuk memberikan kabar baik kepada semua orang, terutama mereka yang belum mengenal dan mengalami Allah. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa kita hanya menjalankan apa yang dikehendaki Allah, bukan harapan, keinginan,dan kehendak kita sendiri. Hal ini amat penting untuk disadari agar kita tidak jatuh pada persoalan “keduniawian rohani”, mencari kebesaran, keagungan, dan kemuliaan diri melalui tugas-tugas pelayanan khusus yang dipercayakan dalam dan melalui Gereja.

Ya Allah, resapilah diriku dengan kuasa ilahi firman-Mu agar segala ketertutupan dan keangkuhan diri dijauhkan, sehingga aku selalu mengandalkan Dikau dan dapat memberikan kabar sukacita-Mu kepada semua orang. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

 

 

Tinggalkan Pesan