Paus tahbiskan 10 imam4

Saat homili Misa sebelum menahbiskan sepuluh imam di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus bukan hanya meminta para imam untuk mengunjungi orang sakit, tapi jangan menganggap imamat sebagai karir, memberikan homili yang rumit, membebani umat, bersedih sedih, apalagi menjadi ‘tuan-tuan.’

Paus Fransiskus berbicara saat homili tahbisan sepuluh imam pada Minggu Pekan Paskah IV yang merupakan Minggu “Gembala yang Baik” yang juga dirayakan sebagai Minggu Panggilan, 7 Mei 2017. Homili Paus bersifat standar sesuai yang disiapkan dalam Ritual Romawi untuk pentahbisan imam, namun tiga kali Paus keluar dari teks yang disiapkan.

Yang pertama, Paus mengingatkan bahwa imamat bukanlah “karir” dalam arti biasa, dan tidak harus dihidupi sebagai jalan untuk mendapatkan promosi jabatan dalam Gereja. “Orang-orang ini dipilih oleh Tuhan Yesus untuk tidak melakukan caranya sendiri, tetapi untuk melakukan pelayanan (imamat) ini.”

Paus Fransiskus juga berbicara di luar teks yang disiapkan dengan mengatakan, “Jangan memberikan homili yang terlalu intelektual atau rumit,” namun berbicara dengan “sederhana, sebagaimana Tuhan kami berbicara, yang menyentuh hati.”

Paus selanjutnya mengatakan, “Seorang imam yang mungkin telah belajar banyak teologi dan telah meraih satu atau dua atau tiga gelar tinggi, tetapi tidak belajar membawa Salib Kristus, adalah sia-sia: ia akan menjadi akademisi yang baik, profesor yang baik, tetapi bukan seorang imam.”

Bapa Suci juga berbicara keluar teks ketika mengatakan, “Saya minta kalian dalam nama Kristus dan dalam nama Gereja untuk berbelas kasih, selalu: jangan membebani umat beriman dengan  beban yang tidak dapat mereka bawa (atau sebaliknya jangan kalian begitu membebani diri kalian sendiri). Yesus menegur para ahli Kitab Suci Taurat untuk hal ini, dan menyebut mereka orang-orang munafik.”

Satu tugas belas kasih yang nyata yang diminta Paus Fransiskus kepada orang-orang yang hendak ditahbiskan itu adalah mengunjungi orang sakit. “Salah satu tugas,” kata Paus, “yang mungkin terasa mengganggu dan menyusahkan, bahkan menyakitkan – adalah pergi mengunjungi orang sakit. Lakukan itu, kalian semua. Ya, baiklah kalau umat awam melakukannya, dan para diakon, tapi jangan lupa menyentuh daging Kristus yang menderita dalam diri orang-orang sakit: ini akan menguduskan dan mendekatkan diri kalian kepada Kristus.”

Bapa Suci mengakhiri homilinya dengan seruan untuk bersukacita.

“Bersukacitalah, jangan pernah sedih,” kata Paus.”Dengan sukacita pelayanan Kristus, bahkan di tengah penderitaan, kesalahpahaman, [bahkan] dosa seseorang. Semoga contoh Gembala yang Baik selalu ada di depan mata kalian,” lanjut Paus, “Dia tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”

Akhirnya Paus Fransiskus mengatakan, “jangan menjadi ‘tuan-tuan’, jangan menjadi  ‘Imam-Imam Negara’, tapi gembala, pastor dari Umat Allah.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Paus tahbiskan 10 imamPaus tahbiskan 10 imam2

Paus tahbiskan 10 imam1

Bagikan
Artikel sebelumSelasa, 9 Mei 2017
Artikel berikutRabu, 10 Mei 2017

Tinggalkan Pesan