Komuni
Foto-foto dalam tulisan ini diambil oleh PEN@ Katolik dalam salah satu Misa Komuni Pertama di Paroki Santa Maria KBI

PEKAN PASKAH III (P)

Santo Hilarius dari Arles; Santa Yutta;

Santo Angelus; Beato Vinsent Soler

Bacaan I: Kis. 9:1–20

Mazmur: 117:1.2; R: Mrk. 16:15

Bacaan Injil: Yoh. 6:52–59

Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: ”Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Maka kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup se­lama-lamanya.” Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Renungan

Pada tahun 2015, Ahok sebagai gubernur DKI gencar melakukan normalisasi bantaran Sungai Ciliwung yang disinyalir selalu menjadi biangnya banjir di Jakarta. Di beberapa titik rawan seperti Kampung Pulo ditata kembali. Banyak orang protes terhadap kebijakan Ahok ini, mulai dari warga yang menghuni kawasan yang ditertibkan sampai pada preman-preman yang sudah lama menjadikan kawasan itu sebagai mata pencahariannya. Lebih dari itu, orang protes karena belum tahu bakal seperti apa perubahan hidup warga sesudah penerbitan itu. Buah dari kebijakan itu adalah banjir semakin kurang dan warga yang menghuni kawasan itu dipindahkan ke rusun yang disiapkan penda DKI. Hidup pun menjadi enak, tidak dibayang-bayangi lagi ketakutan datangnya banjir bila hujan turun.

Kisah tentang warga Kampung Pulo hampir serupa terjadi pada orang-orang Yahudi yang bertengkar antara mereka karena Yesus hendak memberikan daging-Nya kepada mereka untuk dimakan. ”Bagaimana Ia dapat memberikan daging-Nya  kepada kita untuk dimakan?” (Yoh. 6:52). Mereka bertengkar karena mereka tidak tahu maksud Tuhan Yesus di balik kata daging-Nya itu. Pemahaman mereka tentang daging hanya sebatas daging dalam arti fisik daging manusia. Hal ini menjadi sebuah kesesatan pemahaman untuk orang Yahudi di satu pihak, tetapi menjadi kesempatan bagi Yesus untuk memberikan pencerahan kepada mereka tentang istilah itu di lain pihak. Memahami apa yang sebenarnya dimaksud oleh Yesus tidak mudah untuk dilakukan. Melalui kesetiaan dalam membaca dan merenungkan firman-Nya, Tuhan Yesus senantiasa menuntun kita untuk mencapai pada pemahaman yang lebih tepat.

Tuhan Yesus, kadang aku membuang waktu hanya untuk berpolemik dengan diriku tentang misteri-Mu. Tetapi syukur, Engkau selalu hadir melalui Firman-Mu yang senantiasa memberikan jawaban kepadaku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Komuni2

Komuni4

Komuni5

Tinggalkan Pesan