Mgr Pius Riana Prapdi Pr, yang lahir anal 5 Mei 1967, ketika masih imam di KAS. Foto diambil oleh PEN@ Katolik di Gua Kerep Ambarawa.
Mgr Pius Riana Prapdi Pr, yang lahir anal 5 Mei 1967, ketika masih imam di KAS. Foto diambil oleh PEN@ Katolik di Gua Kerep Ambarawa.

PEKAN PASKAH III (P)

Santa Rachel; Santa Gemma Galgani; Beato Yosef Maria Rubio

Bacaan I: Kis. 8:26-40

Mazmur: 66:8-9.16-17.20; R:1

Bacaan Injil: Yoh. 6:44-51

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada  orang banyak: ”Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Renungan

Yesus datang kepada kita dengan memberikan segala-galanya, yakni diri-Nya sendiri, tubuh-Nya sendiri sebagai roti hidup, yang akan membangkitkan kita pada akhir zaman, dan memberikan kehidupan kekal. Yesus datang untuk memberikan hidup kepada dunia. Yesus datang untuk memberikan teladan cinta tanpa batas.

Tubuh dan Darah Kristus adalah makanan rohani yang membuat kita semakin serupa dengan Yesus. Tugas kita, umat Katolik yang telah menyantap roti kehidupan ini, bukan hanya bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk bersatu dengan Tuhan Yesus dalam Ekaristi, tetapi ikut membagi-bagikan Tuhan kepada sesama, agar semua orang datang kepada-Nya dan mengalami sukacita dan keselamatan.

Tuhan Yesus Kristus, kasih-Mu sungguh luar biasa. Engkau telah wafat untuk semua orang, Engkau memberi diri-Mu untuk keselamatan umat manusia. Bantulah aku agar berupaya mencintai sesama seraya mewartakan harapan dan kehidupan kepada mereka. Amin.

Tinggalkan Pesan