DA Cirebon9

Untuk mewartakan Tuhan, seseorang harus bersahabat dengan Tuhan, dan untuk bersahabat dengan  Tuhan diperlukan banyak hal, antara lain kerendahan hati, pengorbanan, persatuan, dan kerukunan bersama dalam keluarga dan komunitas.

Itulah garis besar homili Pastor Andreas Kurniawan OP yang akrab dipanggil Pastor Andrei dalam Misa Penerimaan dan Pengucapan Kaul Dominikan Awam Cirebon yang dilaksanakan di Kapel Biara Santa Maria dari Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus (OP) Cirebon, 22 April 2017.

Dalam Misa yang dihadiri para suster OP serta Dominikan Awam dari Jakarta dan Surabaya, sebanyak tujuh orang Dominikan Awam Cirebon mengucapkan Profes Tahun Pertama, dua orang diterima sebagai novis, dan satu orang sebagai postulan. Penerimaan dan pengucapan kaul diawali pembekalan sehari oleh Pastor Andrei dan Suster Maria Dominika OP.

Setelah menyatakan kehadiran “Saya Hadir” seraya membawa lilin, calon postulan dan novis menjawab pertanyaan “Apa yang Anda minta?” dari Pastor Andrei dengan mengatakan “Untuk menjadi keluarga Dominikan.” Sedangkan, menjawab pertanyaan “Apa yang saudara inginkan?” yang hendak mengucapkan kaul menjawab, “Mengucapkan janji sebagai anggota keluarga Ordo Dominikan.”

Penerimaan postulan ditandai dengan pengalungan skapulir kecil, dan novis dengan pengalungan skapulir besar dan pin Dominikan. Yang mengucapkan kaul menerima buku “Kompendium Katekismus Gereja Katolik.”  Arti skapulir kecil, skapulir besar, pin, dan buku-buku dijelaskan Pastor Andrei dalam homili.

Skapulir kecil, misalnya, menggambarkan Maria yang rendah hati menunjuk Tuhan Yesus sambil berkata bahwa Dialah yang harus disembah, karena Dia yang menyelamatkan, bukan dirinya (Maria), bukan gara-gara dia, yang hanya menjadi perantara.

“Pewarta adalah rahmat dari Tuhan. Untuk menerimanya perlu kerendahan hati, agar rahmat itu bisa bertumbuh dan berbuah,” kata Pastor Andrei yang menegaskan perlunya persahabatan, pengorbanan, kerukunan dan saling membantu, untuk menyelamatkan jiwa-jiwa, sesuai tujuan Ordo Dominikan.

Persahabatan dengan Tuhan, tegas Pastor Andrei, harus juga memancar di sekeliling mereka. “Maka saya harap, Dominikan Awam Cirebon tidak hanya memancar di sini, tetapi juga di lingkungan keluarga, sekolah, dan paroki,” minta Pastor Andrei seraya berharap Dominikan Awam Cirebon membantu para suster OP di Cirebon dalam menjalankan karya yang sudah ada yakni pendidikan.

Paulina Purwaningsih melihat Dominikan Awam  Cirebon sebagai “bayi” yang membutuhkan air kehidupan, maka selain berterima kasih kepada keluarga di rumah, para suster OP dan Dominikan Awam Jakarta, mereka masih membutuhkan bantuan dan dukungan doa.

Pimpinan Komunitas Santa Maria Cirebon Suster M Gabriella OP mengucapkan profisiat untuk keberanian 10 orang itu. “Ini luar biasa, kalian berani berjanji, meski masih ada ‘kekurangan’, karena dengan itu kita makin dekat dengan Tuhan,” kata Suster Gaby.

Mewakili Suster Anna Marie OP sebagai pimpinan Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus, Suster M Dominika OP juga mengucapkan profisiat atas keberanian tujuh Dominikan Awam yang mengucapkan janji, serta suami-isteri yang menjadi novis dan seorang ibu yang menjadi postulan.

“Semoga 10 orang ini menjadi pionir Dominikan Awam Cirebon,” tegas Suster Dominika seraya meminta agar tahun depan 10 orang itu masing-masing membawa satu orang sehingga tahun depan ada 10 postulan baru. (paul c pati)

DA Cirebon10

DA Cirebon3

DA Cirebon4

DA Cirebon5

IMG_7557

DA Cirebon7DA Cirebon8

Tinggalkan Pesan