KKMK KAJ

Seorang pengusaha muda Katolik mengajak anggota Kelompok Karyawan Muda Katolik (KKMK) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) untuk tidak takut menjadi pengusaha sukses saat ini dan untuk tidak hanya berpikir mengenai gaji dari pekerjaan yang ditekuni, tetapi berpikir untuk memberikan pekerjaan dan gaji bagi orang lain.

Reiner Bonafasius Rahardja berbicara di depan 60 anggota KKMK KAJ dari berbagai paroki yang mengikuti seminar tentang kewirausahaan di aula Nazareth dari Paroki St Andreas Kedoya, Jakarta Barat, 8 April 2017.

Reiner mengatakan, animo kewirausahaan sekarang ini mengalami peningkatan, “namun tidak sedikit orang menghadapi masalah, kemudian berhenti. Padahal, setiap masalah yang dihadapi adalah dinamika dalam proses menjadi seorang pengusaha.”

Pengusaha atau pebisnis,  tegas Reiner yang berasal dari Paroki Maria Kusuma Karmel Meruya, Jakarta Barat, perlu memiliki “semangat pantang menyerah, karena yang mungkin sangat gampang dalam teori terkadang praktiknya sangat sulit.”

Lulusan Australia yang kini menjadi pengusaha ekspor impor ini menyarankan kepada seluruh anggota KKMK agar bisa melakukan apapun untuk menggairahkan minat menjadi pengusaha. “Kesuksesan itu bisa diraih apabila apa yang dikerjakan itu selalu dilakukan dengan focus,” katanya.

Ditegaskan bahwa melakukan kegiatan bisnis bukan hanya butuh semangat, “tapi perlu aksi nyata dan keberanian menghadapi risiko apa pun … dan yang paling menentukan adalah diri kita sendiri bukan orang lain.”

Ketua KKMK KAJ Vivo Zeno menjelaskan bahwa kelompok kategorialnya yang telah berusia lebih dari tiga tahun itu sedang melaksanakan program kerja kewirausahaan dan profesionalisme.

Vivo mengharapkan agar kaum muda Katolik tidak hanya mencari zona nyaman, karena mereka berpeluang menjadi calon pengusaha sukses, maka “program KKMK ke depan akan memberikan pelatihan kepada pengurus KKMK dari 26 paroki yang hadir. (Konradus R Mangu)

DSCN6246
Reiner Bonafasius Rahardja

Tinggalkan Pesan