Maria membasuh kaki Yesus

PEKAN SUCI (U)

Santo Vinsensius dari Lerina; Yehezkiel, Nabi

Bacaan I: Yes. 42:1-7

Mazmur: 27:1.2.3.13-14; R:1a

Bacaan Injil: Yoh. 12:1-11

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Renungan

Tak jarang iman kita begitu sempit dan cari selamat kita sendiri. Kita dibaptis, ke gereja, datang tepat atau terlambat, beri kolekte, terima komuni, lalu cepat-cepat pulang supaya tidak perlu kenal atau menyapa saudara-saudari seiman. Kita mau merasakan kasih Tuhan terus-menerus dengan mohon ini-itu, kalau perlu juga dengan doa novena, adorasi atau bahkan ikut ziarah. Pokoknya kegiatan yang melulu untuk keselamatan kita dan keluarga kita. Kita tak mau direpotkan dengan hidup menggereja. Tak pernah kenal dengan tetangga, bahkan yang Katolik sekalipun.

Ingatlah! Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk diselamatkan dan dikasihi-Nya, tetapi untuk ambil bagian dalam hidup dan keprihatinan-Nya, untuk maksud penyelamatan: ”Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan, dan mengeluarkan orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.” (Yes. 42:6-7).

Hari ini kita memasuki hari pertama Pekan Suci. Kita diundang masuk lebih ke dalam misteri puncak karya keselamatan Yesus, bukan sebagai penonton, tetapi mau terlibat, ambil bagian dalam karya keselamatan Yesus untuk dunia kita saat ini. Jika kita hanya puas menjadi penonton, kita tak akan masuk dalam misteri karya keselamatan-Nya. Jika kita hanya puas menonton sengsara dan wafat-Nya, kita juga hanya akan puas menonton kebangkitan-Nya, tidak pernah ikut bangkit bersama Dia.

Ya Tuhan, terima kasih atas cinta-Mu yang teramat besar bagiku. Aku ingin mengambil bagian dalam karya keselamatan-Mu dengan hidupku yang jujur, berani berkurban, rela berbagi dan beramal kasih. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan