lazarus

PEKAN PRAPASKAH V (U)

Santo Fransiskus dari Paola; Santa Teodosia;

Santa Maria dari Mesir

Bacaan I: Yeh. 37:12–14

Mazmur: 130:1–2.3–4ab.4c–6.7–8; R:7

Bacaan II: Rm. 8:8–11

Bacaan Injil: Yoh. 11:3-7.17.20-27.33b-45b (Yoh. 11:1–45)

Ketika Lazarus jatuh sakit, kedua saudaranya, Maria dan Marta, mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Mari kita kembali lagi ke Yudea.”

Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.”

Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

Kemudian, ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab).

Renungan

Kematian adalah kenyataan yang tak bisa dimungkiri, dan sering membawa ketakutan dan kesedihan atau berbagai perasaan lain yang umumnya negatif. Berhadapan dengan kenyataan ini, justru Injil mewartakan kabar sukacita bagi orang yang percaya: ”Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Peristiwa Yesus membangkitkan Lazarus, yang sudah empat hari di kubur, memantapkan iman dan pengharapan kita akan kuasa Allah yang menghidupkan kita kembali setelah maut merenggut kita.

Ini sungguh mukjizat yang luar biasa. Mukjizat terbesar ini sekaligus membuktikan bahwa hanya Allah-lah pemberi kehidupan ini, bukan yang lain,—bahwa di dalam Tuhan maut tak punya kuasa lagi. Tuhan memberikan Roh-Nya ke dalam diri kita sehingga kita memiliki hidup kekal yang membuat kita bangkit kembali dari kematian. Kita patut bersyukur atas kemuliaan yang Tuhan anugerahkan ini, bahwa hidup kita tidak berakhir dengan kematian, tetapi kita semua akan dibangkitkan ke dalam hidup baru bersama Dia kelak.

Ya Tuhan, aku amat bersyukur atas rahmat istimewa kehidupan kekal yang Engkau berikan untukku. Bimbing aku selalu agar senantiasa hidup seturut kehendak-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan