maxresdefault

PEKAN PRAPASKAH I (U)

Santo Marsianus; Santo Hesikios; Santo Fridolin

Bacaan I: Im. 19:1–2.11–18

Mazmur: 19:8.9.10.15; R: Yoh. 6: 64b

Bacaan Injil: Mat. 25:31–46

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab)

Renungan

Ada lima perumpamaan tentang penghakiman (bdk. Mat. 24:43–25:46), termasuk gambaran mengenai Penghakiman Terakhir. Sang Hakim akan memisahkan seorang daripada seorang lain berdasarkan perbuatan kasih yang konkret kepada sesama yang paling hina: kecil, lemah, miskin, tersisih dan cacat (bdk. Mat. 25:40). Tidak terbatas pada orang Kristiani saja, melainkan semua orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan kasih yang nyata. Tuhan mengajak kita melakukan sesuatu ‘UNTUK’-Nya, dan bukan ‘DEMI’ Dia. Tuhan mengidentifikasikan Diri-Nya dengan sesama yang kurang beruntung dalam hal apa pun. Setiap kali kita lalai menolong sesama yang paling hina, kita mengabaikan Tuhan.

Selama Prapaskah, doa dan mati-raga kita harus berujung pada tindakan konkret yang bermanfaat bagi sesama. Kita mengenal APP—Aksi puasa yang membangun. Kita tidak mengejar kekudusan atau keselamatan personal, tetapi universal (bersama). Semua amal perbuatan baik adalah bukti dan buah konkret dari iman yang sudah bertransformasi (bdk. Yak. 2:17.22), karena ciri iman yang bertransformasi adalah mampu mengenali Tuhan yang hadir dalam diri sendiri, sesama, dan alam semesta.

Ya Tuhan, ampunilah aku yang sering lalai menemukan dan melayani-Mu yang hadir dalam diri sesama yang membutuhkan. Semoga pengampunan-Mu di Masa Prapaskah ini membangkitkan semangatku untuk semakin banyak berbuat baik kepada siapa saja di sekitarku. Amin.

 

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan