Yesus Diboba

PEKAN PRAPASKAH I (U)

St. Yohanes Yosef; Gerasimos;

St. Eusebius dr Kremona

Bacaan I: Kej. 2:7–9; 3:1–7

Mazmur: 51:3–4.5–6a.12–13.14.17; R:lih. 3a

Bacaan II: Rm. 5:12–19 (Rm. 5:12.17–19)

Bacaan Injil: Mat. 4:1–11

Sekali peristiwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: ”Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: ”Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Renungan

Akar dosa ialah ketidaksetiaan. Manusia gagal menaati Firman Allah (bdk. Kej. 2:17). Manusia yang hidup dari nafas-Nya dan yang dibentuk menurut gambar dan citra-Nya dengan sadar dan bebas memilih untuk mengingkari Allah. Akibat dosa ialah maut. Kematian akan langsung terjadi pada saat manusia melanggar Firman-Nya, namun kasih kerahiman Allah jauh lebih besar daripada maut. Sabda kerahiman Allah adalah satu-satunya sumber hidup dan harapan para pendosa.

Sabda kerahiman Allah yang menjelma dalam diri Yesus Kristus mengajarkan kita cara ampuh melawan godaan dosa, yakni setia pada Allah dan berpegang teguh pada Sabda-Nya. Yesus menangkis godaan setan dengan mengutip Sabda Allah: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (bdk. Ul. 8:3; Ul. 6:16; Ul. 6:13. Yesus mengajak kita untuk selalu mementingkan Allah di atas segalanya. Ketaatan-Nya pada kehendak Allah membuahkan hidup kekal di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita (bdk. Rm. 6:23).

Semoga teladan indah yang telah ditunjukkan oleh Yesus menjadi bekal kita menjalani Prapaskah secara serius sehingga pertobatan dan kerahiman Allah sungguh nyata dalam kehidupan kita. Mari melawan aneka godaan dosa dengan mawas diri dan iman yang teguh (bdk. 1Ptr.5:8-9).

Ya Tuhan, kuatkanlah aku selalu dengan Roh-Mu, agar seperti Yesus yang selalu digerakkan dan dibimbing oleh Roh Kudus, aku pun sanggup mengatasi dosa. Tanamkan dalam diriku kerinduan akan Sabda-Mu yang menghidupkan dan menyelamatkan. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan