Peter's Confession of Jesus Matthew 16:15-16

PEKAN BIASA VIII (H)

Santa Antonia, Santo Hilarus

Bacaan I: Sir. 35: 1–12

Mazmur: 50:5–6.7–8.14.23; R:23b

Bacaan Injil: Mrk. 10:28–31

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Renungan

Seorang pastor bertutur soal pengalamannya mengikuti Yesus. Ia berkata, “Saya meninggalkan satu ayah-ibu, namun mendapatkan ratusan ayah-ibu. Saya meninggalkan beberapa saudara-saudari, tetapi memperoleh ribuan saudara-saudari. Saya tidak mencari makanan, pakaian, atau uang; namun semuanya saya miliki secara berlebih. Luar biasa. Dia memberi secara berlimpah apa yang saya tinggalkan dalam rangka mengikuti Dia dengan menjadi pastor.”

Pengalaman iman tersebut di atas bisa juga menjadi pengalaman kita semua. Siapa saja yang mengikuti Yesus dan mewartakan Kerajaan Allah tidak akan kehilangan pahalanya. Yesus sendiri berkata: “Setiap orang yang karena Aku dan Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya, atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat” (Mrk. 10:29).

Fakta nyata masa kini menunjukkan hal yang berlawanan. Kini banyak orang justru meninggalkan Yesus demi manusia atau harta. Mereka meninggalkan Yesus lantaran jodoh, supaya diterima kerja, demi kenaikan gaji atau pangkat, dll.

Inilah bukti bahwa meninggalkan segalanya demi Kristus makin hari makin terasa berat. Semoga kita tetap berpengharapan karena Yesus sendirilah yang menjiwai dan menyemangati kita para pengikut-Nya.

Ya Yesus, Engkau telah mengurbankan segalanya demi keselamatanku. Ajarilah aku untuk mengikuti jejak-Mu agar aku menerima ganjaran berlimpah. Amin.

 

Tinggalkan Pesan