foto dari bearingarms.com
foto dari bearingarms.com

Pesan belasungkawa bagi para korban serangan teroris yang terjadi di sebuah masjid di Québec, Kanada, hari Minggu malam, 29 Januari 2017, dikirim oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin atas nama Bapa Suci Fransiskus kepada Uskup Agung Québec, Kardinal Gérald Cyprien Lacroix.

“Setelah mendengar serangan di Québec di ruang doa Pusat Kebudayaan Islam, yang mengklaim banyak korban, Paus Fransiskus mempercayakan orang-orang yang kehilangan nyawa itu kepada kerahiman Allah, dan ikut bersama berdoa dalam penderitaan orang-orang yang mereka cintai,” tulis pesan itu.

Paus juga mengungkapkan simpati mendalam kepada yang terluka dan kepada keluarga mereka, dan kepada semua yang terlibat dalam upaya bantuan, lanjut pesan itu. Di saat yang sama, Bapa Suci “meminta kepada Tuhan untuk memberi mereka penghiburan dalam penderitaan mereka.”

Bapa Suci sekali lagi dengan keras mencela kekerasan yang menimbulkan penderitaan seperti itu, dan memohon kepada Allah karunia saling menghormati dan perdamaian. Paus memohon penghiburan berkat ilahi bagi keluarga-keluarga terkait, mereka yang terkena dampak tragedi ini, dan semua orang Quebec.

Sementara itu, Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama juga mendengar serangan brutal itu dengan kesedihan dan kemarahan mendalam dan mengatakan bahwa langkah tanpa arti itu merusak kesucian hidup manusia, serta merusak penghormatan yang seharusnya diberikan kepada umat yang sedang berdoa dan tempat ibadah mereka.

Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama mencela keras tindakan aksi kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu, dan ingin menyampaikan solidaritas sepenuhnya kepada umat Muslim Kanada, seraya memastikan akan berdoa sungguh-sungguh bagi para korban dan keluarga mereka.

Sedikitnya enam orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan itu, demikian Polisi Quebec seperti dilaporkan oleh Devin Watkins dari Radio Vatikan.

Seorang saksi mengatakan kepada Radio CBC Canada bahwa dua orang bertopeng memasuki masjid itu dan tampaknya mereka berbicara dengan aksen Quebec.

Baik Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, serta Perdana Menteri Quebec, Philippe Couillard, menyebut peristiwa itu sebagai sebuah serangan teroris.

Presiden pusat kebudayaan itu, Mohamed Yangui, mengatakan penembakan terjadi di bagian putra dari masjid itu. Di saat serangan terjadi, lanjutnya, orang-orang itu sedang berdoa di lantai dasar bangunan, sementara perempuan dan anak-anak berada di lantai atas.

Juru bicara polisi provinsi Quebec, Christine Coulombe, mengatakan, “Kami dapat konfirmasi bahwa sekitar 50 orang berada di masjid itu saat serangan terjadi. Orang-orang yang meninggal berusia di antara 35 hingga 70 tahun.”

Juga dikatakan bahwa situasi sekitar masjid sudah diamankan dan dua orang yang terlibat penembakan itu sudah ditangkap.(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan