Berbahagialah

PEKAN BIASA IV (H)
Santo Joshep Freinademetz;
Beata Arkanjela Girlani,

Bacaan I: Zef. 2:3; 3:12–13

Mazmur: 146:1.7.8–9a.9bc–10; R: Mat 5:3

Bacaan II: 1Kor. 1:26–31

Bacaan Injil: Mat. 5:1–12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naik­lah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: ”Ber­bahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Renungan

Kebahagiaan itu bukanlah rumusan yang dibuat manusia dengan tips-tips yang semakin lama semakin spekulatif (uji coba, tidak jelas). Kita punya jalan kebahagiaan yang dibuat Yesus untuk kita lakukan. Kebahagiaan itu bersumber pada iman, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, kasih, penguasaan diri, damai, ketangguhan, dan semua itu ditolak dunia karena bertentangan dengan jalur kemasyhuran dan kenikmatan. Tetapi, yang kita cari memang bukan dunia, melainkan kebahagiaan surgawi.

Di dunia ini, tidak banyak orang bijaksana, karena semua mengejar kenikmatan duniawi. Jika kita berani mengingkari diri dan mau membela iman, kebenaran, dan kasih, maka kita akan selamat dan bahkan lebih bijaksana karena tahu apa artinya kebahagiaan sejati. Bacalah Kitab Suci secara rutin, supaya kebijaksanaan Tuhan menjadi gaya hidup kita.

Ya Yesus, ajarlah aku mengerti firman-Mu, supaya aku belajar hidup lebih bijaksana, terutama ketika aku merindukan kebahagiaan sejati. Semoga aku berani tidak ikut dunia ini dan bertekun dalam iman yang membawa keselamatan bersama. Amin.

Tinggalkan Pesan