calming-sea

PEKAN BIASA III
Peringatan Wajib Santo Thomas dari Aquino (P); Santo Karolus Agung;
Santo Petrus Notaskus, Manfredus

Bacaan I: Ibr. 11:1–2.8–19

Mazmur: Luk. 1:69–70.71–72.73–75; R:68

Bacaan Injil: Mrk. 4:35–41

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: ”Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka, murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: ”Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: ”Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: ”Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Renungan

Yesus mengerti bagaimana menguji iman para murid-Nya. Kuasa Yesus telah membuka mata para murid untuk lebih percaya pada-Nya. Apakah kita berani percaya kepada Tuhan ketika masalah melanda kita? Masa bahagia adalah saat untuk kita mengumpulkan kekuatan untuk percaya pada Tuhan di kala kesulitan dan penderitaan melanda. “Sebab iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan yang tidak kita lihat” (Ibr. 1:1). Iman adalah kunci menyelesaikan persoalan dunia ini. Tidak semua, barangkali, dapat kita selesaikan, tetapi semua pasti mempunyai maksud Tuhan untuk kita. iman mengalahkan kesulitan, bahkan sebenarnya menyelesaikan sebagian besar masalah, karena kita telah dengan ”percaya diri” menghadapinya. Setan suka sekali bekerja melumpuhkan kita ketika masalah datang melanda.

Ya Bapa, aku mau terus percaya pada kerahiman-Mu. Aku tidak akan tinggal dalam keterpurukan dan perasaan menderita. Kiranya Roh Kudus membantuku bersemangat dalam hidup ini, supaya aku terus memuliakan nama-Mu dan percaya bahwa Engkaulah Penyelamat hidupku. Amin.

Tinggalkan Pesan