sower

PEKAN BIASA III (H)
Santo Angela Merici; Santo Robertus, Alberikus, dan Stefanus.

Bacaan I: Ibr. 10:32-39

Mazmur: 37:3–4.5-6.23–24.39–40; R:39a

Bacaan Injil: Mrk. 4:26–34

Pada suatu ketika Yesus berkata, ”Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang mena­burkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Kata-Nya lagi: ”Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Renungan

Penderitaan itu bukanlah hukuman, melainkan cara Tuhan mendidik dan mendewasakan kita. Belajarlah dari situasi yang sulit, pedih, atau pahit, karena di dalamnya ada pesan ilahi yang akan membantu kita semakin percaya pada kebaikan-Nya. Jika hidup kita selalu lancar dan bahagia, apakah kita akan percaya pada kebaikan Tuhan? Bersyukurlah karena persoalan membantu kita bersikap realistis, bahwa kita manusia yang membutuhkan-Nya setiap saat.

Pertumbuhan itu dilambangkan dengan benih dalam perumpamaan yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya (bdk. Mrk. 4:26). Semua menginginkan pertumbuhan, tetapi pertumbuhan membutuhkan tempat bertumbuh, mulai dari tempat, lingkungan, serta keyakinan. Keyakinan inilah yang membuat apa yang kita harapkan terjadi. Tuhan menempatkan iman sebagai landasan semua kemauan baik. Semoga kita dapat mengatasi kerapuhan dan keragu-raguan kita dengan beriman lebih baik lagi.

Ya Roh Kudus, anugerahilah aku pikiran-pikiran yang baik, sehingga apa yang telah kuterima dari firman Tuhan dapat meresap dalam hatiku dan siap kulaksanakan setiap hari dalam hidupku. Semoga aku tidak ragu-ragu lagi mempercayai kuasa kasih-Mu kepadaku. Amin.

Tinggalkan Pesan