Umat Katolik Indonesia di Filipina1

“Demi tegaknya harkat dan martabat manusia, terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan masa depan, serta demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kami umat Katolik dan warga NKRI yang berdomisili di Manila, Filipina, dan sekitarnya berikrar: Menjaga perdamaian, kerukunan, dan persaudaraan, demi terwujudnya keadilan bagi semua umat beragama.”

Itulah poin pertama “Ikrar Damai Nusantara Masyarakat Katolik Indonesia di Filipina” yang dibacakan secara bergantian oleh Pastor Ignasius Febryanto Bora Pr dari Keuskupan Ruteng dan Pastor Agustinus Giman Pr dari Keuskupan Palembang, yang kemudian diikuti oleh sekitar 400 umat yang hadir sambil bergandengan tangan.

Pembacaan ikrar itu dilaksanakan seusai Misa Perayaan Natal Bersama masyarakat Indonesia, yang berada di Filipina khususnya di wilayah Manila dan sekitarnya, dan tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Katolik Indonesia di Filipina (PMKIF) dan Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor) Global, 15 Januari 2017.

Ikrar kedua yang mereka bacakan bersama dalam Perayaan Natal Bersama di aula Christ The King, Manila, itu berbunyi, “Menciptakan suasana damai dan kondusif, harmonis serta tanpa tekanan dan fitnah yang bernuansa provokasi sehingga bebas dari konflik antarumat beragama.”

Sedangkan pada ikrar ketiga, yang dibacakan dalam acara yang dihadiri Perwakilan Kedutaan Besar Indonesia untuk Filipina, Wibanarto Eugenius dan Trini Gunarti Sualang, mereka menyatakan keinginan untuk “Memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama dan keyakinan yang ada di Indonesia dalam menjalankan kewajibannya secara tulus dan sungguh-sungguh.”

Mereka juga berikrar untuk “Menolak segala bentuk intimidasi dan pemaksaan agama atau keyakinan serta menolak anarkisme dan segala bentuk kekerasan dalam beragama,” serta “Mendukung pemerintah NKRI untuk menegakkan konstitusi yang melindungi hak dan kewajiban warga negara Indonesia dalam menjalankan agama dan keyakinannya secara bebas dan bertanggung jawab.”

Ikrar Damai itu lalu diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui KBRI untuk Manila yang diwakili Wibanarto Eugenius. Selain mengapresiasi ikrar itu sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab umat Katolik Indonesia yang berada di Manila bagi kesatuan NKRI, Wibanarto mengajak mereka untuk ikut “menjaga toleransi umat beragama dengan menyebarkan berita yang benar dan yang menyejukkan demi keutuhan dan kesatuan NKRI.”

Misa dalam Bahasa Indonesia yang mengawali pembacaan ikrar itu dipimpin Pastor Markus Reponata MSC yang didampingi beberapa imam konselebran. Dalam khotbah, Pastor Febryanto Bora Pr mengajak seluruh umat yang hadir untuk menjadi terang dan pembawa damai bagi bangsa Indonesia “yang hari ini terpecah belah oleh karena keangkuhan dan kesombongan dalam beragama.”

Imam itu pun menegaskan, “Damai itu indah, maka bawalah keindahan damai itu untuk menjadi terang yang menuntun semua orang menikmati kedamaian, keadilan dan hidup berdampingan secara rukun dan harmonis.”

Sedangkan maksud pembacaan Ikrar Damai Nusantara itu, tegas imam itu, adalah “bentuk kepedulian kami untuk menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk provokasi dan tindakan diskriminatif yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.” (Pastor Yohanes Kopong Tuan MSF)

Umat Katolik Indonesia di Filipina

Umat Katolik Indonesia di Filipina2

Tinggalkan Pesan