Ia tidak waras lagi

PEKAN BIASA II
Peringatan Wajib Santa Agnes, Perawan Martir (M)

Santo Augurius dan Eulogius

Bacaan I: Ibr. 9:2–3.11–14

Mazmur: 47:2–3.6–7.8–9; R:6

Bacaan Injil: Mrk. 3:20–21

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, “Ia tidak waras lagi.”

Renungan

Menjumpai Tuhan Yesus dalam Ekaristi sering kita lakukan dengan kurang serius dan kurang hormat. Pakaian yang kurang pantas, berbicara di dalam Gereja, atau bahkan tidak mengikuti proses Ekaristi. Hal itu jelas salah dan bisa menghina kekudusan karena kita tidak datang dengan pantas. Yesus yang datang dalam Ekaristi memenuhi janji Allah untuk selalu menyertai umat-Nya. Ia sendiri yang berperan sebagai imam, altar, dan kurban (bdk. Ibr. 9:14). Betapa mulianya Ekaristi dari Yesus sendiri!

Kehebatan Yesus bisa sangat tidak berarti dan berguna, bukan karena Ia tidak berkuasa, tetapi karena kepercayaan atau iman kita kepada-Nya yang sering kurang dan bahkan kosong. Ia mampu mengatasi segala hal, bahkan hal-hal yang tidak mungkin, tetapi itu terjadi sejauh kita percaya. Semoga kita mengalami keajaiban Tuhan karena kita beriman penuh dan rindu akan kehadiran-Nya dalam Ekaristi.

Ya Yesus yang baik, selamatkanlah aku dari kejahatan dan ketidakpercayaan. Berilah aku hati yang terbuka untuk melihat-Mu dalam perayaan Ekaristi. Semoga setiap hari aku dapat hidup dari kepercayaan itu dan Kauselamatkan. Amin.

Tinggalkan Pesan