Patung Kerahiman Ilahi

Patung Kerahiman Ilahi tertinggi di Filipina diresmikan 19 Januari 2017 sebagai salah satu acara puncak dalam lima hari Kongres Apostolik Dunia tentang Kerahiman (WACOM). Uskup Minna, Nigeria, Mgr Martin Uzoukwu, memimpin Misa di Tempat Ziarah Nasional Kerahiman Ilahi, sebelum memberkati patung setinggi 100 kaki atau 30,48 meter dan bangunan yang menemaninya setinggi 50 kaki atau setengah dari tinggi patung itu.

Awalnya, Uskup Malolos Mgr Jose Oliveros yang seharusnya memberkati patung yang menjulang tinggi di Marilao, Bulaca, Filipina, itu tapi uskup itu terlalu lemah melakukannya, karena sakit kanker prostat. Tapi dalam Misa itu Mgr Oliveros berperan memberikan homili.

Pastor Prospero Tenorio, sekretaris jenderal WACOM, berada di balik ide pembangunan patung Kerahiman Ilahi yang akan lebih besar dari patung yang ada di Cagayan de Oro dengan tinggi sekitar 15 meter itu.

Pastor Tenorio mengatakan, mendirikan bangunan besar itu adalah impiannya sebagai rektor keempat sekaligus pastor kepala Tempat Ziarah Nasional Kerahiman Ilahi itu.

Patung menjulang itu membayangi Tempat Ziarah Nasional Kerahiman Ilahi Marilao itu seolah-olah menyapa dan mengamati para devosan Kerahiman Ilahi dan para peziarah. “Saya ingin agar orang-orang yang berkunjung ke sini terinspirasi oleh patung dan merasakan belas kasih Allah melalui perintah-Nya untuk menjalani spiritualitas Kerahiman Ilahi,” kata imam itu.

WACOM selama lima hari, yang diadakan di Filipina, adalah pertemuan lebih dari 5.000 orang devosan Kerahiman Ilahi seluruh dunia. Devosi kepada Yesus sebagai Kerahiman Ilahi didasarkan pada tulisan-tulisan Santa Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia yang tidak berpendidikan, yang menulis buku harian setebal 600 halaman tentang wahyu-wahyu belas kasih Allah.

Pastor Tenorio mengatakan patung itu akan menjadi warisan abadi tentang bagaimana umat Bulacenos bekerjasama agar patung itu dibangun. “Saya ingin mereka mengakan, ‘Saya adalah bagian dari pembangunan patung itu dengan sumbangan sedikit saya,’” kata imam itu.

Pekerjaan patung itu dimulai tahun lalu. Kini sudah 70 persen selesai. Para pekerja masih harus melakukan sentuhan akhir pada leher dan bahu. “Bangunan itu sudah selesai tapi kami masih harus memasang beberapa peralatan,” kata Pastor Tenorio.

Sumbangan-sumbangan untuk anggaran 90 juta Peso pembangunan patung itu datang dari sumbangan-sumbangan pribadi dan kartu-kartu doa. Tempat ziarah itu telah menghabiskan 43 juta Peso untuk pembangunannya.

Pastor Tenorio berharap patung Kerahiman Ilahi itu selesai sebelum hari raya Kerahiman Ilahi bulan April tahun ini. SFM (pcp berdasarkan tulisan Julie  M Aurelio dari @inquirerdotnet Philippine Daily Inquirer)

 

Tinggalkan Pesan