Penutupan Tahun Yubileum

Kantor Pers Tahta Suci melaporkan tanggal 14 Januari 2017 bahwa dari tanggal 17 hingga 21 Januari 2017, akan diselenggarakan Kongres Internasional tentang Misi Ordo Pewarta (Dominikan, OP) akan diselenggarakan dalam kesempatan Yubileum 800 tahun pendirian Ordo.

Untuk itu, akan ada “meeting point” di kantor itu di hari Selasa, 17 Januari, pukul 11:30 agar wartawan bisa bertemu dengan Master Ordo Pewarta Pastor Bruno Cadore OP, pelaksana kongres Pastor Orlando Rueda Acevedo OP, dan promotor yubileum Pastor Franklin Buitrago OP.

Pastor Dominik Jurczak OP melaporkan lewat www.op.org bahwa 21 Januari 2017, pukul 4 sore, di Basilika Lateran, Paus Fransiskus akan memimpin Misa Penutupan Ulang Tahun ke-800 Ordo Pewarta, “peristiwa penting yang tidak hanya harus mengarahkan pikiran terhadap sejarah Ordo tetapi juga memberi makan untuk kami demi masa depan.”

Karena setiap Ekaristi adalah perayaan Gereja, khususnya dalam hal ini Keluarga Dominikan, lanjut imam itu, “maka baiklah mempersiapkan diri dengan baik agar kami dapat benar-benar merayakannya bersama-sama, dalam arti sepenuhnya dari kata itu, seraya mengingat bahwa liturgi tidak hanya tentang siapa selebrannya atau siapa yang akan bernyanyi dalam paduan suara, tapi bahwa Misa melibatkan dan mengungkapkan segenap Gereja dengan kekayaan peran dan panggilan yang beragam!”

Maka imam itu menjelaskan beberapa kekhasan perayaan unik itu dengan menjelaskan bahwa sebelum Misa mereka akan berdoa Rosario, “doa yang begitu penting dalam tradisi Dominikan kami.” Doa itu akan dipimpin dengan lima bahasa berbeda oleh Pastor Bruno Cadore OP, Master Ordo.

Keluarga Dominikan berbicara lebih dari lima bahasa dan terdiri lebih dari lima budaya, sehingga bagian-bagian tanggapan akan didaraskan dalam bahasa Latin agar lebih mengekspresikan universalitas warisan kita dan kesatuan doa Dominikan, jelas imam itu.

Sebelum setiap misteri, lanjut imam itu, akan ada sepotong lagu yang dibawakan oleh paduan suara guna membantu mereka masuk dalam meditasi. “Di akhir Rosario kita akan menyanyikan yel singkat kepada Santo Dominikus: Imple Pater quod dixisti – karena percaya bahwa dia menjadi perantara kita, seperti yang dijanjikan di ranjang kematiannya dan telah terpenuhi hampir 800 tahun.”

Sebagai persiapan Misa, sebagai misteri tak terlukiskan bahwa Allah tinggal di antara kita, “setelah Rosario kami ingin hening sebentar, untuk menarik kembali pikiran-pikiran kami yang sibuk dan membuat diri kami siap untuk tindakan Allah sendiri melalui liturgi.”

Juga dikatakan bahwa setiap Ekaristi adalah gambaran seluruh Gereja, yang juga berarti gambaran dari Ordo Pewarta dalam kekayaan bentuk kehidupan yang berbeda-beda, bersama para uskup Dominikan, para mantan Master Ordo, dan wakil-wakil Keluarga Dominikan seluruh dunia.

“Meskipun Misa akan dirayakan sebagian besar dalam bahasa Italia, guna menekankan kebhinekaan dan kesatuan doa Dominikan, kami akan bernyanyi dalam komposisi bahasa yang berbeda yang berasal dari tradisi kami, baik yang lama maupun yang baru,” kata Pastor Dominik Jurczak OP yang juga menjelaskan bahwa lagu Adoro Te devote yang ditulis oleh Santo Thomas Aquinas akan dinyanyikan saat komuni. (pcp berdasarkan www.op.org)

Tinggalkan Pesan