jesus calls tax collector

PEKAN BIASA I (H)
Santo Feliks dari Nola; Beato Petrus Donders;
Beato Odorico da Pordenone, Imam Biarawan

Bacaan I: Ibr. 4:12–16

Mazmur: 19:8–9.10.15; R: Yoh. 6:63c

Bacaan Injil: Mrk. 2:13–17

Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: ”Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan

Lihatlah perubahan besar Lewi yang semula adalah pendosa, berbalik kepada kebenaran karena perjumpaannya dengan Yesus. Yesus mampu mengubah kita menjadi lebih baik jika kita mau belajar kebaikan dan kebenaran dari-Nya. Sudahkah kita mendekati Tuhan? Rajinkah kita menjumpai Tuhan dalam Ekaristi? Percayakah kita bahwa Allah sanggup melakukan karya-karya yang baik dalam hidup kita yang serba tidak jelas dan mengarahkan pada kebingungan ini?

Sabda Allah adalah jawabannya. Sabda Allah, meskipun telah dibuat beribu tahun yang lalu, tetaplah sabda yang mengena jika direnungkan dengan tekun. Kadang kita dapat diingatkan, ditegur, dan bahkan diteguhkan dan dihibur oleh sabda. Itulah bukti Allah yang masih menyertai kita. Setelah itu, kita berdoa agar firman menjadi matang dan kita merasa kuat dan teguh menghadapi hidup ini.

Ya Allah, teguhkanlah aku untuk menjalani hidup ini dengan iman. Jangan biarkan kesulitan hidup dan masalah membuat aku ragu dan kurang percaya. Ubahlah ketakutan dan kekhawatiranku menjadi kekuatan agar hidupku dapat menjadi kesaksian. Amin.

Tinggalkan Pesan