yesus-di-kapernaum-hidup-katolik

PEKAN BIASA I (H)
Santo Gregorius X, Paus; Santo Agatho; Santo Petrus Orseola

Bacaan I: Ibr. 2:5–12

Mazmur: 8:2a.5.6–7.8-9; R:7

Bacaan Injil: Mrk. 1:21b–28

Pada suatu malam Sabat Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum dan mengajar di sana. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: ”Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: ”Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-gon­cang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: ”Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Renungan

Menunggu dan membuktikan selalu memakan waktu. Kadang kita tidak sabar menantikan kebenaran dan keajaiban sehingga kita pun patah arang, putus asa, dan kurang beriman. Sabda hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus masuk ke dalam dunia yang terbatas dan membiarkan kita bertumbuh dalam proses yang mendewasakan, bukan dalam hal-hal yang selalu instan dan memiskinkan iman.

Mulai dari pengusiran setan, Yesus memperkenalkan diri-Nya. Kita lebih suka hal-hal yang ajaib dan aneh. Yesus tahu itu, maka Ia tunjukkan kuasa-Nya. Sebenarnya hal terpenting adalah pernyataan roh jahat yang mengatakan ”Engkau adalah Yang Kudus dari Allah”. Pernyataan ini memperkenalkan dan sekaligus meyakinkan banyak orang bahwa Yesus adalah Tuhan dan mempunyai kuasa di atas kekuasaan duniawi. Mari percaya bahwa Ia sungguh Tuhan dan Penolong kita.

Ya Allah, aku percaya bahwa Yesus adalah Penolong dan Sahabatku. Aku tidak akan berpaling dari-Nya. Semoga rahmat Roh Kudus menunjukkan kepadaku jalan mendekati Engkau, meski hidup tidak selalu menyenangkan, tetapi mendewasakan aku sebagai anak-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan