Anggota Paduan Suara CIC Sydney bersama Konsul Jenderal RI Sydney Yayan Mulyana dan isteri selesai Misa Natal Bersama 2016 CIC Sydney di Saint Mary Cathedral Sydney, 26 Desember 2016. (Ans)
Anggota Paduan Suara CIC Sydney bersama Konsul Jenderal RI Sydney Yayan Mulyana dan isteri selesai Misa Natal Bersama 2016 CIC Sydney di Saint Mary Cathedral Sydney, 26 Desember 2016. (Ans)

Uskup Pembantu Keuskupan Agung Sydney Mgr Terrence John Gerard Brady menyampaikan penghargaan atas partisipasi dan kontribusi anggota Komunitas Katolik Indonesia (The Catholic Indonesian Community – CIC) Sydney bagi perkembangan Gereja dan masyarakat di mana mereka berada dan berkarya.

“Australia umumnya dan Sydney khususnya adalah masyarakat heterogen dengan berbagai latar belakang etnis, bahasa dan budayanya. Tetapi mereka dapat hidup dan berinteraksi dengan baik; dan hal itu tentu juga merupakan bagian dari kontribusi CIC,” kata Uskup Brady dalam Misa Natal Bersama pada di Saint Mary’s Cathedral Sydney, 26 Desember 2016.

Sekitar 1500 orang dari CIC Sydney menghadiri Misa Natal Bersama bertema “IMANUEL: Kerahiman Allah telah Nyata Bagi Kita,” yang dipimpin Mgr Brady dan didampingi Chaplain CIC Pastor Aloysius Tamnge MSC, beberapa pastor asal Indonesia yang bekerja sebagai misionaris di Keuskupan Agung Sydney, dan dua pastor asli Australia yang biasa melayani CIC.

Dalam Misa dimeriahkan oleh Paduan Suara CIC dan dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney Yayan Mulyana dan isterinya, Uskup Brady menguraikan tentang arti kelahiran Kristus bagi umat manusia dewasa ini, yaitu bahwa Tuhan telah merendahkan diri dan menjelma menjadi manusia karena kasihnya kepada umat manusia.

Seusai misa, Konjen Mulyana atas nama pemerintah Indonesia mengucapkan “Selamat Natal” kepada Komunitas Katolik Indonesia di wilayah Sydney Raya (Greater Sydney) dan menyatakan “gembira” karena Komunitas Katolik Indonesia itu telah menjalankan perannya dengan baik dalam kehidupan masyarakat Sydney yang pluralis.

“Bagi bangsa Indonesia, keberanekaan sudah merupakan bagian dari keseharian mereka, sehingga tidak akan jadi masalah ketika mereka hidup dan berinteraksi dengan masyarakat Australia yang beraneka,” jelas Mulyana.

Pastor Aloysius Tamnge juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Keuskupan Agung Sydney yang telah memfasilitasi dan membantu sehingga CIC di kawasan Sydney Raya dapat memperoleh pelayanan rohaniah dengan kehadiran para pastor Indonesia.

Imam itu juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di Sydney yang selalu mengayomi dan membimbing masyarakat Indonesia, termasuk CIC, “sehingga kepentingan mereka sebagai warga negara dan masyarakat Indonesia di diaspora ini terlayani dengan baik.”

Panitia Natal Bersama ICI, yang akan merayakan ulang tahun ke-25 di tahun 2017, itu dikoordinasi oleh Jeffky Sani, dengan Sekretaris Monica Mangku Djaja, Bendahara Joseph Tanoto, Philiana Taslim dan Rony Radjasa, serta sejumlah seksi.(Ans Gregory da Iry)

Tinggalkan Pesan