sanak-saudara-menanti-berita-tentang-tahanan-di-penjara-brazil

Paus Fransiskus menyatakan “kesedihan dan keprihatinan” setelah mendengar berita tentang kerusuhan penjara yang berlangsung di Brasil, 2 Januari 2017. Lebih dari 50 orang tewas. Kerusuhan itu menjadi yang paling mematikan di Brasil dalam dua dekade ini.

Dalam Audiensi Umum hari Rabu, 4 Januari 2017, Bapa Suci menghimbau umat Katolik berdoa “bagi mereka yang meninggal, keluarga mereka, semua tahanan di penjara itu, dan yang bekerja di sana.” Paus juga memperbaharui seruannya “agar penjara menjadi tempat reedukasi dan reintegrasi ke dalam masyarakat; dan agar kondisi kehidupan tahanan menjadi layak sebagai pribadi manusia.”

Dalam sambutan yang tak disiapkan setelah penyampaian seruan itu, Paus Fransiskus menggiring kerumunan orang itu untuk berdoa bagi para tahanan yang terlibat dalam kerusuhan itu, baik yang masih hidup maupun yang meninggal, dan untuk semua tahanan di seluruh dunia. Paus berdoa kepada Maria, Bunda para tahanan, agar penjara tidak penuh sesak, tapi menjadi tempat rehabilitasi.

Tanggal 3 Januari 2017, setelah mengunjungi penjara di Manaus, Menteri Kehakiman Brasil mengusulkan perombakan sistem pidana guna mengatasi kepadatan penjara yang sudah kronis. Menteri itu, Alexandre de Moraes, mengatakan bahwa negaranya perlu memperbaiki kondisi di penjara-penjara, yang kini dihuni sekitar 600.000 tahanan. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan